Skripsi
Analisis kesalahan siswa kelas V dalam mengerjakan soal cerita pecahan di SDN Kedungringin III Beji Kabupaten Pasuruan / Presti Ciptaning Septiana Putri
Abstrak
ABSTRAK Putri Presti Ciptaning Septiana. 2016. Analisis Kesalahan Siswa Kelas V dalam Mengerjakan Soal Cerita Pecahan di SDN Kedungringin III Beji Kabupaten Pasuruan. Skripsi Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Endang Setyo Winarni M.Pd (II) Drs. Sutrisno S.Pd M.Pd. Kata Kunci analisis kesalahan mengerjakan soal cerita pecahan Sekolah Dasar. Soal cerita materi pecahan menjadi fokus dalam penelitian ini. Hal ini berdasarkan tes awal pada tanggal 30 Januari 2016 di kelas V SDN Kedungringin III Beji Kabupaten Pasuruan ditemukan banyak kesalahan yang dilakukan siswa ketika mengerjakan soal cerita pada materi pecahan. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui lebih dalam tentang pemahaman siswa terhadap soal cerita materi pecahan. Masalah pokok yang diteliti dalam penelitian ini yaitu kesalahan siswa dalam mengerjakan soal cerita pada materi pecahan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengerjakan soal cerita pada materi pecahan dan penyebabnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya deskriptif. Data kesalahan siswa diperoleh dari hasil tes tertulis dan wawancara kepada siswa. Subyek dalam penelitian ini siswa kelas V SDN Kedungringin III Beji Kabupaten Pasuruan sebanyak 48 siswa terdiri dari 20 siswa laki-laki dan 28 siswa perempuan. Penyajian hasil analisis deskriptif pada penelitian ini berupa tabulasi data yang berupa banyaknya jawaban benar dan salah serta cuplikan hasil wawancara dengan siswa yang mengalami kesalahan dalam mengerjakan soal cerita pada materi pecahan. Berdasarkan hasil analisis data dan wawancara dapat disimpulkan bahwa kesalahan siswa kelas V dalam mengerjakan soal cerita pada materi pecahan meliputi kesalahan konseptual kesalahan prosedural kesalahan perhitungan dan kesalahan acak. (1) kesalahan konseptual meliputi kesalahan memahami soal kesalahan menyederhanakan pecahan kesalahan konsep pecahan dan kesalahan operasi hitung (2) kesalahan prosedural meliputi kesalahan menggunakan kalimatyang ditanyakan (3) kesalahan perhitungan meliputi kesalahan mengoperasikan penjumlahan pecahan dan kesalahan mengoperasikan pengurangan pecahan (4) kesalahan acak meliputi kesalahan tidak menjawab soal kesalahan menuliskan hasil jadi tidak sesuai dengan hasil pengerjakan. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan (1) agar siswa lebih menguasai pemahaman tentang soal cerita materi pecahan guru disarankan menggunakan media dan metode pembelajaran matematika yang menarik (2) Guru disarankan membimbing siswa dalam menemukan langkah-langkah penyelesaian soal cerita dengan cara yang diketahui ditanya dan dijawab dan (3) Soal tes yang digunakan lebih beragam tidak hanya menggunakan materi penjumlahan dan pengurangan pecahan.