Skripsi
Peningkatan kemampuan kognitif berfikir logis melalui metode eksperimen pada anak kelompok B di PAUD Laboratorium UM Kota Blitar / Lilis Prasetia Rini
Abstrak
ABSTRAK Rini Lilis Prasetia. 2016. Peningkatan Kemampuan Kognitif Berfikir Logis melalui Metode Eksperimen pada Anak Kelompok B di PAUD Laboratorium UM Kota Blitar. Skripsi Prodi S1 - Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H.M. Zainuddin M.Pd (2) Dra. Hj. Lilik Bintartik M.Pd. Kata Kunci Kognitif Berfikir logis Metode eksperimen Observasi dilaksanakan pada kelompok B di PAUD Laboratorium UM kota Blitar. Berdasarkan observasi tersebut diketahui bahwa hasil perkembangan kognitif berfikir logis anak kurang maksimal. Diantara l5 anak kelompok B yang belum mampu menceritakan hubungan sebab-akibat ada 66 7% sedangkan 33 3% sudah dapat menceritakan hubungan sebab-akibat meskipun dengan bahasa yang sederhana. Faktor penyebabnya adalah guru kurang dapat menerapkan metode pembelajaran yang menarik dalam mengenalkan benda yang ada di sekitar. Anak kurang diberi kesempatan untuk mengemukakan idenya terkait sesuatu yang terjadi di hadapannya. Anak kurang dapat merespon penjelasan yang diberikan guru dan tidak sabar melakukan suatu proses pengamatan karena anak hanya menginginkan hasil akhir. Penelitian ini menerapkan pembelajaran menggunakan metode eksperimen. Metode eksperimen merupakan metode pembelajaran yang melatih anak untuk belajar melalui proses untuk mendapatkan hasil. Metode eksperimen sesuai digunakan untuk anak kelompok B karena anak lebih mudah belajar dengan benda konkret. Tujuan penerapan metode eksperimen adalah meningkatkan kemampuan kognitif berfikir logis anak agar berkembang secara optimal. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II yang masing-masing terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan pelaksanaan observasi dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi wawancara catatan lapangan dan dokumentasi. Analisis data diawali dengan reduksi data menyajikan dan mendeskripsikan data kemudian menarik kesimpulan. Hasil penelitan menunjukkan bahwa metode eksperimen dilaksanakan oleh guru dengan sangat baik (100%) diikuti anak dengan sangat baik pula (91 51%). Pelaksanaan metode eksperimen oleh guru dan anak dengan sangat baik diikuti kemampuan berfikir logis anak yang sangat baik pula dengan rata-rata 85 dan persentase ketuntasan 93 33%. Berdasarkan paparan tersebut dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan metode eksperimen yang dilaksanakan guru dan anak dengan sangat baik dapat meningkatkan kemampuan kognitif berfikir logis anak dengan sangat baik pula. Oleh karena itu disarankan bagi guru agar menerapkan metode eksperimen dalam mengembangkan kemampuan berfikir logis anak agar kemampuan berfikir logis anak berkembang secara optimal.