Skripsi
Pengaruh model pembelajaran drill and practice terhadap hasil belajar aspek pengetahuan dan retensi siswa kelas X Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan SMKN 11 Malang pada mata pelajaran Pemrograman Dasar / Prabawati Kusumaningrum Widihapsari
Abstrak
ABSTRAK Widihapsari Prabawati Kusumaningrum. 2016. PengaruhModel Pembelajaran Drill and Practice terhadap Hasil Belajar Aspek Pengetahuan dan Retensi Siswa Kelas X Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan SMKN 11 Malang Pada Mata Pelajaran Pemrograman Dasar. Skripsi Program Studi Pendidikan Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr.Ir.H.Syaad Patmanthara M.Pd. (II) Dr.Eng. Anik Nur Handayani S.T. M.T. Kata Kunci Drill and Practice Hasil Belajar Retensi Pemrograman Dasar Berdasarkan observasi yang dilakukan di SMK Negeri 11 Malang diperoleh informasi bahwa model pembelajaran yang diterapkan adalah model pembelajaran kontekstual. Model pembelajaran ini dilakukan dengan menghubungkan materi pelajaran dengan kegiatan nyata atau disesuaikan dengan situasi dunia nyata dengan mengedepankan aktivitas praktikum dalam kegiatan pembelajaran. Model pembelajaran yang diterapkan tersebut memberikan dampak positif yaitu mampu membantu siswa untuk mencapai kompetensi pada ranah keterampilan. Namun model pembelajaran ini belum bisa membantu siswa mencapai kompetensi pada ranah pengetahuan. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai rerata kelas sebesar 69. Perolehan hasil rerata kelas tesebut lebih rendah dari Standar Kelulusan Minimal (SKM) yaitu sebesar 75. Sesuai dengan hasil observasi tersebut diperlukan model pembelajaran yang dapat meningkatkan nilai pengetahuan siswa. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah drill and practice yaitu model pembelajaran dimana siswa melaksanakan kegiatan - kegiatan latihan agar memiliki ketangkasan keterampilan dan pemahaman pengetahuan atau teoritis yang tinggi terhadap mata pelajaran. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental semu (quasi experiment)berbentuk nonequivalent control group design dan deskriptif. Sampel penelitian ini adalah kelas X TKJ 1 (31 siswa) sebagai kelas eksperimen dan X TKJ 2 (31 siswa) sebagai kelas kontrol. Kelas Eksperimen adalah kelas yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran drill and practice sedangkan kelas kontrol adalah kelas yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran yang diterapkan sebelumnya yaitu model pembelajaran kontekstual. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh data nilai hasil belajar kelas eksperimen terbesar adalah 90 nilai terendah 77 dan nilai rata-rata kelas sebesar 82 45.Sedangkan nilai hasil belajar kelas kontrol tertinggi 73 nilai terendah 27 dan nilai rata-rata kelas sebesar 53 06. Perolehan nilai retensi kelas eksperimen terbesar adalah 88 nilai minimal 76 dan nilai rata-rata kelas 82 58. Sedangkan nilai retensi kelas kontrol tertinggi 80 terendah 56 dan nilai rata-rata kelas 69 80. Berdasarkan data tersebut dilakukan pengujian menggunakan uji t dan regresi linier sederhana untuk mengetahui perbedaan hasil belajar dan retensi serta hubungan model pembelajaran drill and practice terhadap keduanya. Hasilnya adalah terdapat pengaruh antara model pembelajaran drill and practice terhadap hasil belajar terhadap retensi dan terdapat pengaruh antara hasil belajar siswa dan retensi siswa serta terdapat perbedaan nilai hasil belajar dan retensi siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.