Skripsi
Pengembangan modul konsep diri bagi siswa sekolah menengah pertama / Selma Corina
Abstrak
ABSTRAK Corina Selma. 2016. Pengembangan Modul Konsep Diri Bagi Siswa Sekolah Menengah Pertama. Skripsi Jurusan Bimbingan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Hariadi Kusumo M.Pd. (II) Dr. H. Adi Atmoko M.Si. Kata kunci modul konsep diri siswa SMP. Siswa SMP umumnya berusia 13-15 tahun yang dapat digolongkan sebagai usia remaja. Masa remaja diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis kognitif dan sosial-emosional.Salah satu tugas perkembangannya adalah remaja sudah mempunyai konsep diri yangbaik dimana seorang remaja dapat mengenal dirinya dengan baik sekali serta dapat menerima sejumlah fakta yang sangat bermacam-macam tentang dirinya sendiri. Fenomena yang terjadi bahwa kebanyakan remaja memiliki konsep diri yang belum stabiluntuk sementara waktu dan ini terjadi pada saat transisi masa anak-anak ke dewasa. Konselor sebagai tenaga profesional perlu memberi bimbingan demi mengoptimalkan tugas perkembangan peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan modul yang tepat berguna mudah dan menarik bagi siswa SMP melalui uji ahli materi uji ahli media dan uji calon pengguna serta keefektivan produk yang dikembangkan melalui uji lapangan operasional.Penelitian pengembangan menggunakan langkah-langkah dari Borg Gall (1983). Uji lapangan operasional dilakukan dengan melancarkan skala pengukuran konsep diri untuk mengetahui tingkat konsep diri siswa. Analisis data yang digunakan untuk mengolah hasil validasi uji ahli materi ahli media dan calon pengguna adalah menggunakan rerata sedangkan untuk uji lapangan operasional menggunakan SPSS uji wilcoxon. Hasil validasi ahli materi ahli media dan calon pengguna menunjukkan bahwa modul konsep diri sangat tepat sangat berguna sangat mudah dan sangat menarik yang berarti modul konsep diri layak digunakan. Hasil uji lapangan operasional menggunakan uji beda wilcoxon diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0 028. Nilai 0 028 kurang dari batas kritis penelitian yaitu 0 05 maka terdapat perbedaan yaitu peningkatan skor antara sebelum dan sesudah diberikannya modul konsep diri. Hal ini menunjukkan bahwa modul konsep diri efektif untuk mengembangkan konsep diri siswa. Berdasarkan hasil penelitian pengembangan ini disarankan kepada konselor untuk menggunakan modul konsep diri sebagai media dalam layanan informasi. Bagi peneliti lanjut disarankan untuk melakukan penelitian dengan melibatkan sekolah dan subjek siswa lebih banyak lagi dalam skala besar dengan waktu diluar proses penelitian ini.