UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Eksistensi Wayang Topeng Panji Asmorobangun di Dusun Kedungmonggo Desa Karangpandan Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang tahun 1992-2014 dan nilai-nilai pendidikannya / Shofitri Handayani

Handayani, Shofitri - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Handayani Shofitri. 2016.Eksistensi Wayang Topeng Panji Asmorobangun di Dusun Kedungmonggo Desa Karangpandan Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang Tahun 1992-2014dan Nilai-nilai Pendidikannya.Skripsi Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing (I) Drs. Dewa Agung Gede Agung M.Hum (II)Dra. Yuliati M.Hum. Kata Kunci eksistensi wayang topeng PanjiAsmorobangun. Keberagaman yang dimiliki Indonesia dapat dilihat dari segala segi misalnya religi suku ras maupun kebudayaannya. Keberagaman tersebut yang menjadi alasan munculnya ciri khas yang dimiliki di setiap daerah berupa musik tarian seni pahat lukisan dan ukiran. Berdasarkan dari penelitian yang telah dilakukan peneliti mengambil tema wayang topeng Malangan sebagai objek. Pertunjukan tradisional ini menggambarkan betapa kayanya kebudayaan yang ada di Indonesia khususnya wilayah Kabupaten Malang. Wayang topeng Malangan merupakan pertunjukan tradisional yang dapat dibilang kompleks dapat ditunjukkan dari musik iringan dan tari bergerak dalam satu ritme yang bersatu untuk menunjukkan cerita yang dibawakan seni rupa yang ditunjukkan dari seni ukir dan lukis yang dapat dilihat dari pembuatan topeng Malangan. Masalah klasik yang sering dialami oleh pertunjukkan tradisional adalah mengenai eksistensi. Banyak pertunjukan tradisional yang mulai terpinggirkan bahkan banyak pula yang sudah terlupakan. Penelitian wayang topeng Malangan ini membahas tentang bagaimana kesenian tradisional tersebut masih dapat bertahan. Rumusan masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah (1)bagaimana sejarah perkembangan seni pertunjukan wayang topeng Panji Asmorobangun. (2) bagaimana upaya eksistensi seni pertunjukan wayang topeng Panji Asmorobangun serta nilai pendidikannya Penelitian ini menggunakan metode historis dengan beberapa tahapan yaitupemilihan topik berdasarkan kedekatan emosional dan kedekatan intelektual. Kedua heuristik mencari sumber data baik data primer maupun data sekunder. Ketiga Kritik sumber agar data yang dikelola bersifat objektif dan valid. Keempat interpretasi yakni menerapkan data yang telah diperoleh. Kelima historiografi penulisan kajian sejarah. Terdapat dua kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian wayang topeng Malangan di Dusun Kedungmonggo Kabupaten Malang yakni(1).Sejarah perkembangan seni pertunjukan wayang topeng di Kedungmonggo dimulai dengan adanya paguyuban wayang topeng pada masa Serun (1915-1930) dan Kiman (1930-1950) yang bernama Pendowo Limo. Setelah tahun 1950-ansampai sekarang tahun 2015 berubah namanya menjadi Panji Asmorobangun dibawah binaan Karimun yang dibantu oleh anaknya Taslan pada tahun 1950an hingga 2010. Tahun 2010-2014 wayang topeng Asmorobangun telah dibina oleh cucu dari Karimun yang bernama Handoyo. (2).Upaya eksistensi seni pertunjukan wayang topeng Panji Asmorobangun ditunjukkan yang pertama dengan caramemberikan promosi seperti menggunakanbanner serta media massa.Bentuk eksistensi yang kedua dengan cara memberikan latihan tari dan gamelan secara cuma-cuma kepada anak-anak disekitar Dusun Kedungmonggo. Ketiga dengan cara memberikan pertunjukan rutin yang dilaksanakan pada setiap malam Senin Legi.Keempat dengan cara mengikuti berbagai festival budaya. Kelima ukir topeng Malangan untuk gantungan kunci souvenir maupun topeng untuk pertunjukan. Keenam menajemen keuangan merupakan hal yang penting pengelolaan keuangan yang baik menjadikan Padepokan Asmorobangun tetap eksis dalam dunia kesenian tradisional. Ketujuh regenerasi para pemain wayang topeng baik panjak serta penarinya. Dari bentuk regenerasi tersebut memberikan gambaran pendidikan yang telah diperoleh dari latihan yang diberikan oleh pendidiknya. Terdapat lima karakter pendidikan yang didapat dari wayang topeng Malangan yang pertama menumbuhkan kreativitas anak. Kedua memupuk rasa semangat kebangsaan karena rasa memiliki budaya bangsa. Ketiga menghargai prestasi dan usaha dalam menjunjung tinggi budaya bangsa. Keempat komunikatif dan mudah bergaul di lingkungan sekitar. Kelima menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama dan masyarakat.


Informasi Detail
DDC
Rs 791.53 HAN e
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Sejarah, 2016.
Deskripsi Fisik
xii, 168 lembar : il. , tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
01492/KI/16
Edisi
Skripsi (Sarjana). Universitas Negeri Malang. 2016
Subjek
1. WAYANG
2. PIPPERTY

Pembimbing
1. Dewa Agung Gede Agung ; 2. Yuliati
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik