Skripsi
Peningkatan kemampuan menulis karangan narasi berdasarkan pengalaman pribadi siswa kelas IV MINU Misbahul Ulum Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan / Akhmad Syahrul Mubarok
Abstrak
ABSTRAK Mubarok Akhmad Syahrul. 2016. Peningkatan Kemampuan Menulis Karangan Narasi Berdasarkan Pengalaman Pribadi Siswa Kelas IV MINU Misbahul Ulum Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Skripsi Prodi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurusan Kependidikan Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Achmad Taufiq M.Pd. (2) Prof. Dr. Ruminiati M.Si. Kata Kunci Menulis Karangan Narasi Pengalaman Pribadi Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di MINU Misbahul Ulum diperoleh data dari 15 siswa terdapat 1 siswa yang tidak masuk dikarenakan sakit. Dari 14 siswa yang hadir saat observasi berlangsung 11 dari 14 siswa mendapatkan nilai di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yaitu 75. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan narasi berdasarkan pengalaman pribadi. Pengalaman pribadi adalah kumpulan peristiwa yang dialami oleh siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus. Subjek yang dikenai tindakan adalah seluruh siswa kelas IV MINU Misbahul Ulum Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan sebanyak 15 siswa. Instrumen dalam penelitian ini berupa pedoman observasi kegiatan guru dan siswa selama pembelajaran menulis karangan narasi tes menulis karangan narasi berdasarkan pengalaman pribadi pedoman penilaian karangan dan pedoman wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran menulis karangan narasi berdasarkan pengalaman pribadi siswa kelas IV MINU Misbahul Ulum Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan sudah diterapkan sesuai dengan sintak atau tahapan-tahapan menulis karangan secara utuh dan sistematis. Penggunaan pengalaman pribadi siswa sebagai sumber belajar dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas IV MINU Misbahul Ulum Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Pada pra tindakan ke siklus I sebanyak 12 siswa mengalami peningkatan hasil belajar. Sebanyak 3 siswa mengalami penurunan hasil belajar. 8 siswa mendapatkan nilai di atas KKM dan 7 siswa mendapatkan nilai di bawah KKM. Ketuntasan klasikal pada siklus I mencapai 53%. Pada siklus I ke siklus II sebanyak 8 siswa mengalami peningkatan hasil belajar 6 siswa mendapatkan nilai yang tetap sama dengan siklus I dan 1 siswa mengalami penurunan hasil belajar. 13 siswa mendapatkan nilai di atas KKM dan 2 siswa mendapatkan nilai di bawah KKM. Ketuntasan klasikal pada siklus II mencapai 87%. Berdasarkan kesimpulan tersebut saran yang dapat diberikan sebagai berikut (1) Sebelum melaksanakan pembelajaran menulis karangan narasi sebaiknya guru terlebih dahulu menyusun sintak atau tahap-tahap menulis karangan. Sintak yang telah disusun bisa dijadikan rambu-rambu atau acuan guru dalam melaksanakan pembelajaran menulis karangan agar pembelajaran yang dilaksanakan berjalan secara utuh dan sistematis dan (2) Dalam pembelajaran menulis karangan narasi sebaiknya guru memanfaatkan sumber belajar yang dekat dengan siswa seperti pengalaman pribadi siswa. Selain itu guru juga sebaiknya membuat format penilaian karangan agar dapat mengetahui serta memperbaiki kesalahan siswa dalam menulis karangan narasi. Sehingga guru dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan narasi.