Skripsi
Peningkatan hasil belajar tentang penjajahan Belanda dan Jepang melalui model mind mapping pada siswa kelas V SDN Karangrejo 04 Kabupaten Blitar / Tiara Yusuf
Abstrak
ABSTRAK Yusuf Tiara 2016 Peningkatan Hasil Belajar tentang Penjajahan Belanda dan Jepang melalui Model Mind Mapping pada Siswa Kelas V SDN Karangrejo 04 Kabupaten Blitar Skripsi Jurusan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang Pembimbing (1) Dra. Tri Murti S.Pd M.Pd (2) Suminah S.Pd M.Pd Kata kunci peningkatan hasil belajar ips mind mapping Observasi awal yang dilakukan oleh peneliti di kelas V SDN Karangrejo 04 Kabupaten Blitar dalam pembelajaran IPS diketahui bahwa (1) siswa merasa kesulitan memahami materi tentang perjuangan pada masa penjajahan Belanda dan Jepang (2) teknik mencatat biasa kurang menarik dan kurang efektif (3) siswa tidak dibiasakan dibiasakan menemukan kata kunci dalam materi (4) siswa jarang melakukan kegiatan kelompok (5) siswa kurang terlibat aktif dalam pembelajaran. Hal tersebut berdampak pada hasil belajar siswa yang rendah terbukti dari 38 siswa 29 siswa (76%) belum tuntas belajar dan hanya 9 siswa (24%) yang tuntas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Mind Mappingdan meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Karangrejo 04 Kabupaten Blitar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian dilakukan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II yang masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu tahap perencanaan pelaksanaan observasi dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunkan teknik observasi wawancara catatan lapangan tes dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif yang meliputi reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian dengan menerapkan model Mind Mapping dalam pembelajaran IPS khususnya pada materi perjuangan pada masa penjajahan Belanda dan Jepang dapat berjalan dengan baik dan mengalami peningkatan. Pada siklus I nilai rata-rata observasi aktivitas guru sebesar 76% meningkat menjadi 96% pada siklus II. Nilai rata-rata observasi aktivitas siswa sebesar 70% meningkat menjadi 81% pada siklus II. Sementara nilai rata-rata hasil belajar siswa pada pratindakan sebesar 64% masuk kriteria kurang dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 24%. Pada siklus I nilai rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 70% masuk kriteria cukup dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 63%. Selanjutnya pada siklus II nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 82% masuk kriteria baik dengan ketuntasan belajarklasikal sebesar 87% sehingga 13% tidak tuntas dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Mind Mapping dapat meningkatkan aktivitas siswa dan hasil belajar siswa kelas V SDN Karangrejo 04 Kabupaten Blitar dan disarankan pada guru untuk menerapkan model Mind Mapping agar aktivitas dan hasil belajar siswa lebih maksimal.