Skripsi
Pengaruh model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) terhadap keterampilan berpikir spasial (spatial thinking skill) kelas XI IIS SMA Negeri 1 Pandaan / Atik
Abstrak
ABSTRAK Atik. 2016. Pengaruh Model PembelajaranBerbasisMasalah (Problem Based Learning) terhadapKeterampilanBerpikirSpasialGeografiSiswaKelas XI IIS SMA Negeri 1 PandaanKabupatenPasuruan. Skripsi. Program StudiPendidikanGeografi FakultasIlmuSosialUniversitasNegeri Malang. Pembimbing (I) Purwanto S.PdM.Si (II) Drs. Rudi Hartono M.Si. Kata Kunci Model Problem Based Learning KeterampilanBerpikirSpasial Model pembelajaranberbasismasalah (Problem Based Learning) merupakanproses pembelajaranyangmelibatkansiswasecaraaktifmelaluiadanyamasalah. Siswamenemukan merumuskan menganalisis memecahkanmasalah yang terjadi.Proses tersebutmembutuhkanketerampilanberpikirspasial yang berkaitandenganruang pemberianalasandanalatuntukmemecahkanmasalah. Masalah yang disajikandalampemberianalasanmerupakanmasalah yang berkaitan di lingkungansekitarsehinggamemunculkandayatarikbagisiswa. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuipengaruh model PBL terhadapketerampilanberpikirspasialgeografisiswadantingkatketerampilanberpikirspasialsiswa.JenispenelitianiniadalahQuasy Experimentdenganpretest-posttest control group design. Subjekpenelitianiniadalahsiswakelas XI IIS 2 dan XI IIS 3 denganmasing-masingberjumlah 34 siswa.InstrumensoalditurunkandariindikatorketerampilanberpikirspasialmenurutNational Research Council denganberjumlah 11 soal.Analisis data yang digunakanadalahUji-tuntuk 2 sampeltidakberpasangan (independent sample t test). Berdasarkanhasilpenelitianbahwaadaperbedaanketerampilanberpikirspasialkelaseksperimendenganmenggunakan model pembelajaran PBL dankelaskontrol yang menggunakanmodel konvensional.Ujihipotesismenunjukan sig (2-tailed) 0 001