Skripsi
Penerapan strategi pembelajaran problem solving dengan penggambaran matematis untuk meningkatkan kemampuan berpikir matematis siswa SMPN 10 kelas 9 pada materi geometri / Angela Merici Girlani Adem
Abstrak
ABSTRAK Adem Angela M.G. 2016. PenerapanStrategi Problem Solving yang MemuatPenggambaranMatematisuntukMeningkatkanKemampuanBerpikirMatematisSiswaKelas 9-I SMPN 10 Malang padaMateriGeometri.Skripsi.JurusanMatematika. FakultasMatematikadanIlmuPengetahuanAlam.UniversitasNegeri Malang.Pembimbing Dr. Abd.Qohar M.T. Kata Kunci strategi problem solving penggambaranmatematis berpikirmatematis geometri. Problem solving adalahsalahsatustrategiheuristik yang selaludigunakandalam proses pembelajaranmatematika. Strategi problem solving dapatmembantusiswauntukmenyelesaikanmasalahdenganlebihmudahdansistematis.Penggunaangambarsebagaibentukrepresentasimembantusiswadalam proses penyelesaianmasalahmatematika dalamhalinimasalahmatematikalebihdikhususkanpadamasalahkongruensibangundatar. Dengantujuanuntukmeningkatkankemampuanberpikirmatematissiswakelas 9 penelitimenggunakanstrategiini yaitustrategi problem solving dimanastrategitersebutmemuat proses pembuatangambar yang secaramatematismerupakanrepresentasimasalah yang ada. Jenispenelitian yang akandigunakanadalahpenelitiantindakankelas (PTK) yaitupendekatandeskriptifkualitatif. Penelitianinimelibatkan 30 orang siswakelas 9.Penelitianberlangsung di SMP Negeri 10 Malang padatangal 15 sampaidengan 31 Oktober 2015.Strategi problem solving yang akandigunakanterdiriatasempatlangkah yaitu (1)memahamimasalah (2)membuatrencanauntukmenyelesaikanmasalah (3)melaksanakanrencanapenyelesaian dan (4)melihatkembali. Proses pembuatangambarakantermuatpadalangkahkedua. Tingkat kemampuanberpikirmatematissiswapadaawalnyadiukurdenganmemberikansiswatesawal.Kemudian hasiltesawaldianalisisuntukmengetahuibagaimanatingkatkemampuanberpikirmerekasebelumtindakandiberika.Karenahasiltesawalmenunjukkanbahwa 75% siswamemilikikemampuanberpikirmatematis yang kurangdaristandar yang ditentukanpeneliti makapenelitimengenalkansiswadenganstrategi problem solving yang memuat proses penggambaranmatematis. Setelahstrategidiberikandalamduasikluspenelitian siswadiberitesdisetiapakhirsiklusnyauntukmelihatpeningkatankemampuannya.Hasilmenunjukkanbahwapersentasebanyaknyasiswadengantingkatkemampuanberpikirmatematisrendahberkurangdari 43 33 % padatesawalmenjadi 0 % padatesakhirsiklus 1 dan 2. Persentasebanyaksiswadengantingkatkemampuanberpikirmatematissedangberkurangdari 43 33 % menjadi 25% padaakhirsiklus 1 danmenjadi 16 67 % padaakhirsiklus 2. Persentasesiswadengankemampuanberpikirmatematistinggimeningkatdari 13 33% padatesawalmenjadi 35 71% padaakhirsiklus 1 danmenjadi 40% padaakhirsiklus 2. Persentasesiswadengantingkatkemampuanberpikirmatematissangattinggimeningkatdari 0% padatesawalmenjadi 39 28% padaakhirsiklus 1 dan 43 33% padaakhirsiklus 2. Denganmelihatpeningkatantersebut dimana 80% siswasudahmemilikikemampuanberpikirmatematistinggidansangattinggi makadapatdisimpulkanbahwapenggunaanstrategi problem solving yang memuatpenggambaranmatematisberhasildilakukandalam proses pembelajaran.