Tugas Akhir
Kajian penyediaan air bersih pada gedung D9 Universitas Negeri Malang / Ivan Krissandy Hidayat
Abstrak
ABSTRAK Hidayat Ivan Krissandy. 2016. Kajian Penyediaan Air Bersih Pada Gedung D9 Universitas Negeri Malang. Proyek Akhir Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang.Pembimbing (I) Drs. I Made Oka Mulya M.Pd Kata Kunci kajian instalasi penyediaan air bersih gedung D9 Air bersih merupakan salah satu jenis sumber daya alam berupa air yang berkualitas baik dan biasa dimanfaatkan oleh manusia untuk diminum atau digunkan untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari seperti untuk sanitasi. Menurut Noerbambang dan Morimura (1991 3) pada masa dahulu tujuan utama sistem penyedian air bersih adalah untuk menyediakan air yang cukup berlebihan . Sistem penyediaan air bersih merupakan suatu sistem yang bertujuan mengalirkan air bersih dari sumber sampai ke tempat yang dikehendaki sesuai dengan kondisi yang diinginkan. Sistem penyediaan air bersih terbagi menjadi empat macam yaitu sistem sambungan langsung sistem tangki atap sistem tangki tekan sistem tanpa tangki. Gedung D9 menggunakan sistem tangki atap. Prinsip kerja tangki atap sebagai berikut. Gedung D9 menggunakan sumber air dari air tanah kemudian ditampung dalam tangki bawah kemudian dipompakan menggunakan pompa jet pump ke tangki atas dari tangki atas air di distribusikan secara gravitasi menuju keran keran air di seluruh gedung. Gedung D9 merupakan gedung perkuliahan dan laboratorium teknik sipil sehingga kebutuhan air cukup besar dan sistem tangki atap yang digunakan harus mampu mengalirkan air yang cukup. Sistem tangki atapdigunakan dalam gedung D9 empat lantai kebutuhan airnya sangat bergantung pada volume tangki bawah dan tangki atapnya jika terjadi tidak kesesuaian antara volume dengan kapasitasnya maka aliran air yang keluar dari keran akan kecil atau bahkan tidak ada aliran air yang keluar. Metode yang digunakan untuk menaksir besarnya laju aliran air di D9 adalah berdasarkan jumlah penghuni dengan menentukan pemakaian air rata-rata sehari dari setiap penghuni dan perkiraan jumlah penghuni. Dengan demikian kebutuhan air dalam sehari dapat diperkirakan walaupun jenis maupun jumlah alat plambing belum ditentukan. Berdasarkan hasil perhitungan kapasitas tangki bawah di D9 sebesar 13 84 m tidak sebanding dengan volume tangki bawah D9 yang hanya sebesar 4 5 m . Untuk kapasitas tangki atap sebesar 3 9 m sudah sebanding atau mencukupi kebutuhan air bersih di D9 karena volume tangki atap sebesar 4 m . Berdasarkan pengkajian permasalahan terjadi pada volume tangki bawah yang tidak sesuai dengan kapasitasnya sehingga menyebabkan kecilnya aliran air yang keluar dari keran-keran air yang ada di dalam laboratorium dan di keran di wastafel. Pengkajian ini bertujuan karena semakin lama jumlah mahasiswa Teknik Sipil di Universitas Negeri Malang akan semakin bertambah banyak sebaiknya penambahan fasilitas pun juga dilakukan seperti khususnya dalam hal ini menambah volume tangki bawah agar pada saat jam puncak pemakaian air bersih seluruh kebutuhan penghuni gedung D9 dapat tetap terpenuhi dengan baik.