Tugas Akhir
Analisa perbandingan produktivitas pelaksanaan pekerjaan pasangan batu bata dengan analisa SNI dan BOW / Dian Indriati
Abstrak
ABSTRAK Indriati Dian. 2013. Analisa Perbandingan Produktivitas Pelaksanaan Pekerjaan Pasangan Batu Bata dengan Analisa SNI dan BOW. Proyek Akhir Program Studi Teknik Sipil dan Bangunan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Hadi Wasito Dip.Ed. M.Pd. Kata kunci Produktivitas tenaga kerja pasangan batu bata Produktivitas dapat dijadikan parameter untuk menentukan durasi aktivitas jumlah tenaga kerja dan biaya. Produktivitas dapat dihitung dengan melakukan observasi dilapangan maupun dengan analisa SNI dan BOW. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat produktivitas tenaga kerja pasangan batu bata di lapangan untuk mengetahui tingkat produktivitas tenaga kerja pasangan batu bata berdasarkan analisa SNI untuk mengetahui tingkat produktivitas tenaga kerja pasangan batu bata berdasarkan analisa BOW untuk mengetahui perbandingan tingkat produktivitas tenaga kerja pasangan batu bata berdasarkan penelitian di lapangan dengan analisis SNI dan BOW. Pengamatan terhadap produktivitas pelaksanaan pekerjaan pasangan batu bata dilakukan pada Proyek Pembangunan Rumah Tinggal di Jl. Raya Candi VI 200 B Malang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik observasi interview dan dokumentasi Dari hasil perhitungan produktivitas di lapangan pada pelaksanaan pekerjaan pasangan batu bata tenaga kerja di lapangan tukang batu dapat menghasilkan 14 66 m2/OH dan pekerja menghasilkan 7 33 m2/OH. Sedangkan pada analisa SNI tukang batu menghasilkan 10 m2/OH dan pekerja menghasilkan 3 33 m2/OH dan hasil produktivitas pada analisa BOW untuk tukang batu menghasilkan 4 032 m2/OH dan pekerja menghasilkan 1 344 m2/OH. Berdasarkan hasil perhitungan tingkat produktivitas dapat disimpulkan bahwa tingkat produktivitas pekerjaan pasangan batu bata dilapangan lebih produktiv 146 6 % jika dibandingan dengan analisa SNI dan jika dibandingkan dengan analisa BOW analisa dilapangan lebih produktiv 363 59 %. Apabila dilihat dari segi biaya upah tenaga kerja dilapangan lebih efisien jika debandingkan dengan analisa SNI dan BOW. Dari kesimpulan yang ada dapat disarankan sebaiknya dalam menentukan kebutuhan tenaga kerja dan standar upah tenaga kerja pasangan batu bata menggunakan indeks tenaga kerja di lapangan dikarenakan komposisi tenaga kerja di lapangan lebih efisien jika dibandingkan dengan analisa Sni dan BOW.