Skripsi
Modul layanan informasi disiplin tata tertib peserta didik di SMA Negeri 1 Malang / Anita Dwi Kurniasari
Abstrak
ABSTRAK Kurniasari Anita Dwi. 2016. Modul Layanan Informasi Disiplin Tata Tertib Peserta Didik di SMA Negeri 1 Malang. Skripsi Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Harmiyanto M.Pd Pembimbing (II) Dr. Blasius Boli Lasan M.Pd. Kata Kunci modul layanan informasi disiplin tata tertib Remaja terutama siswa sekolah masih sering melakukan pelanggaran disiplin tata tertib di sekolah. Banyak faktor penyebab terjadinya pelanggaran disiplin tata tertib. Kasus pelanggaran disiplin tata tertib di sekolah saat ini masih terjadi dan intensitasnya semakin meningkat. Disiplin adalah tingkah laku seseorang yang patuh taat terhadap peraturan ketentuan etika norma-norma yang ada dan berlaku di suatu tempat atau instansi. Sedangkan tata tertib adalah serangkaian peraturan yang disusun dalam suatu lembaga secara terstruktur dan teratur yang harus ditaati oleh setiap orang yang berada dalam lembaga tersebut dengan tujuan menciptakan suasana yang aman tertib dan teratur. Oleh karena itu diperlukan layanan informasi bagi semua siswa dalam membantu memberikan pemahaman akan disiplin tata tertib sebagai upaya pencegahan pelanggaran disiplin tata tertib. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul layanan informasi disiplin tata tertib peserta didik di SMA Negeri 1 Malang untuk siswa dan buku panduan modul layanan informasi disiplin tata tertib peserta didik di SMA Negeri 1 Malang untuk konselor. Sebagai salah satu media yang dapat digunakan konselor dalam memberikan layanan informasi disiplin dalam tata tertib yang memiliki keberterimaan secara teoritis dan praktis dan menghasilkan modul layanan informasi disiplin tata tertib yang berguna tepat mudah dan menarik bagi siswa. Prosedur pengembangan modul layanan informasi disiplin tata tertib ini mengadaptasi dari model pengembangan Borg and Gall (1983 775). Tahap-tahap pengembangan meliputi (1) tahap pra pengembangan (need asssesment) (2) tahap perencanaan (merumuskan tujuan umum dan tujuan khusus desain/langkah-langkah penelitian mengembangkan materi melaksanakan instrumen) (3) tahap uji validasi (ahli materi dan ahli media) (4) revisi produk (5) tahap uji coba lapangan (calon pengguna produk dan kelompok kecil) dan (6) produk akhir. Analisis data kebutuhan siswa menggunakan teknik analisis persentase. Analisis data uji ahli materi ahli media dan calon pengguna produk menggunakan teknik analisis rata-rata. Hasil produk pengembangan ini berupa modul layanan informasi disiplin tata tertib peserta didik untuk siswa dan buku panduan modul layanan informasi disiplin tata tertib peserta didik untuk konselor. Berdasarkan hasil penilaian ahli materi media dan calon pengguna produk modul layanan informasi disiplin tata tertib peserta didik dan buku panduan modul memiliki penilaian sangat berguna sangat tepat sangat mudah dan sangat menarik. Berdasarkan hasil penilaian uji kelompok kecil modul layanan informasi disiplin tata tertib peserta didik memiliki penilaian sangat berguna sangat tepat sangat mudah dan sangat menarik. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa modul telah memenuhi persyaratan keberterimaan dalam kategori kegunaan ketepatan kemudahan dan kemenarikan. Berdasarkan hasil penelitian pengembangan ini disarankan adanya penelitian lebih lanjut dalam skala besar dan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas penggunaan modul. Konselor harus memahami prosedur bimbingan dan materi bimbingan agar konselor dapat mencapai tujuan yang dikehandaki. Perlunya adaptasi kebutuhan siswa apabila modul digunakan selain siswa SMA Negeri 1 Malang. Konselor perlu menindaklanjuti hasil evaluasi diri siswa dengan melakukan konseling individu ataupun konseling kelompok apabila diperlukan. Disarankan agar guru BK SMA Negeri 1 Malang untuk mensosialisasikan modul kepada rekan sejawat satu sekolah agar produk ini dapat digunakan oleh semua guru BK yang ada di SMA Negeri 1 Malang.