Skripsi
Identifikasi ukiran pada arsitektur Asta Tinggi Sumenep / Irwan Hidayat
Abstrak
ABSTRAK Hidayat Irwan. 2016. Identifikasi Ukiran pada Arsitektur Asta Tinggi Sumenep. Skripsi. Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Lilik Indrawati M.Pd. (II) Drs. AAG Rai Arimbawa M.Sn. Kata kunci Ukiran Motif Ornamen. Asta Tinggi merupakan bangunan bersejarah di kabupaten Sumenep. Bangunan ini adalah makam pasarean para raja yang pernah bertahta di Sumenep. Pada bangunan ini terdapat banyak bentuk ukiran baik pada sisi pintu jendela maupun pada bagian latar belakang makam. Berbagai motif ukiran bisa diidentifikasi pada dua bangunan dari Asta Tinggi Sumenep yaitu pada bangunan Asta Pangeran Jimat dan Asta Bindara Saod (Temenggung Tirtonegoro). Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi tentang berbagai motif ukiran yang ada serta untuk mengklasifikasi bentuk motif apa saja yang ada pada ukiran-ukiran Asta Tinggi Sumenep. Melalui penelitian ini bisa diperoleh berbagai manfaat salah-satunya adalah mengembangkan motif hias yang ada pada ukiran di Asta Tinggi Sumenep sebagai bahan pembelajaran seni budaya berbasis muatan lokal daerah setempat. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif ini dilaksanakan di Asta Tinggi Sumenep sejak Januari 2016 Maret 2016.Sumber data pada penelitian ini adalah setiap ukiran yang ada pada bangunan Asta Tinggi Sumenep. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data ialah menggunakan metode observasi untuk memperoleh data utama serta metode wawancara dan metode analisa dokumentasiuntuk memperoleh data penunjang. Triangulasi teknik pengumpulan data digunakan sebagai metode untuk memperoleh keabsahan temuan yang bisa dipercaya. Hasil dari penelitian di lapangan membuktikan ada lima klasifikasi motifukiran yang bisa diidentifikasi dengan baik. Lima motifukiran tersebut adalah (1) motif ukiran tumbuhan atau flora (2) motifukiran hewan atau fauna (3) motif ukiran fenomena alam (4) motif ukiran legenda dan (5) motif ukiran alam benda. Dari lima klasifikasi motif ukiran yang sudah disebutkan ada motifukiran yang paling dominan muncul yaitu motifukiran flora atau tumbuhan yang hampir ada di setiap bagian ukiran. Saran yang bisa diajukan penelitian ini ialah agar bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pemerintah Kabupaten Sumenep yaitu sebagai kajian budaya bagi guru seni budaya di Kabupaten Sumenep sebagai bahan dokumentasi pembelajaran dalam pendidikan seni budaya dan bagi peneliti lain agar bisa menyempurnakan hasilpenelitian ini bahkan bisa sampai melakukan pengkajian dan analisa lebih mendalam.