Tugas Akhir
Pelaksaan perakitan girder segmental (studi kasus pada struktur pendekat jembatan tol Mojokerto) / Ulfatus Sholihah
Abstrak
ABSTRAK Sholihah Ulfatus. 2016. Pelaksanaan Perakitan Girder Segmental PC I (StudiKasus Pada Struktur Pendekat Jembatan Tol Mojokerto). Proyek Akhir Program Studi D3 Teknik Sipil dan Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Boedya Djatmika ST. M.T. Kata Kunci girder segmental PCI girder metode pelaksanaan Jembatan dapat diartikan bangunan pelengkap jalan yang berfungsi sebagai penghubung dua ujung jalan yang terputus oleh sungai saluran lembah dan selat atau laut jalan raya dan jalan kereta api. Dalam jembatan terdapat banyak struktur seperti struktur pendekat (oprit) yakni badan jalandi belakang kepala jembatan. Untuk penggunaan bangunan atas jembatan banyak teknologi tersedia yang menuntut kecepatan dan efisiensi tanpa mempengaruhi kekuatan antar komponen struktur seperti system pracetak yang mulai banyak digunakan. Saat ini juga telah ditemukan sistem segmental yang membantu untuk penggunaan jembatan bentang panjang di mana girder pracetak dibagi menjadi beberapa bagian kemudian disatukan dengan sistem prategang Post-Tensioning. Perlunya dilakukan pengkajian mengenai proses pekerjaan perakitan girder segmental ini dikarenakan dalam proses perakitan banyak pekerjaan yang perlu dilakukan dan menuntut ketelitian tinggi. Jika salah satu pekerjaan tidak memenuhi standart dan SOP (standart operasional prosedur) yang telah disepakati nantinya akan menimbulkan berbagai masalah. Dalam proyek pembangunan struktur jembatan Tol Mojokerto digunakan sistem post-tensioning. Tujuan pengkajian ini adalah (1) mengetahui metode pelaksanaan perakitan girder segmental dan (2) mengetahui perbandingan pelaksanaan perakitan girder segmental dilapangan dengan SOP. Pengkajian ini dilakukan pada proyek pembangunan struktur pendekat jembatan tol Mojokerto. Hasil dari pengkajian menyebutkan bahwa 1. (1) menyatukan lima segmen menjadi satu girder (2) melakukan stressing dengan hyrdaulic jack stressing untuk menarik tiga tendon dalam satu girder yang telah diisi dengan kabel strand mutu tinggi (3) selanjutnya proses grouting (4) proses pengecoran untuk menutup angkur blok (5) erection girder pada abutmen dengan 2 crane kapasitas masing-masing 25 ton dengan kapasitas total 50 ton. 2. (1) pekerjaan penyatuan lima segmen sudah sesuai dengan SOP proyek (2) pekerjaan stressing juga sudah sesuai dengan SOP proyek (3) pekerjaan groutin sudah memenuhi SOP proyek (4) pekerjaan pengecoran sudah sesuai SOP proyek (5) dan pekerjaan erection juga sesuai dengan SOP proyek.