Skripsi
Pengembangan permainan simulasi \"langkah Positif\" sebagai metode bimbingan kelompok untuk peningkatan nilai moral keberanian siswa / Husni Hanafi
Abstrak
ABSTRAK Hanafi Husni. 2015. Pengembangan Permainan Simulasi Langkah Positif Sebagai Metode Bimbingan Kelompok Untuk Peningkatan Nilai Moral Keberanian Siswa. Skripsi Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Hj. Ella Faridati Zen M.Pd dan (II) Drs. H. Harmiyanto M.Pd. Kata Kunci permainan simulasi nilai moral keberanian Nilai moral keberanian merupakan salah satu nilai yang harus dimiliki dan diterapkan setiap individu dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi nilai moral keberanian yang tinggi dapat dicapai melalui usaha-usaha penerapan nilai moral dalam setiap lingkungan termasuk di sekolah. Konselor sebagai pemberi layanan bimbingan dan konseling di sekolah perlu memberikan layanan bimbingan dan konseling terkait peningkatan nilai moral keberanian siswa. Layanan tersebut dapat dilakukan melalui Bimbingan Kelompok yang memiliki berbagai macam metode. Salah satu metode Bimbingan Kelompok yang dapat digunakan adalah permainan simulasi yang melibatkan aspek kognitif afektif dan psikomotor siswa. Dengan demikian diadakan penelitian ini untuk mendapatkan produk permainan simulasi Langkah Positif yang layak dan dapat menjadi salah satu alternatif pilihan layanan bimbingan dan konseling untuk peningkatan nilai moral keberanian siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang memiliki tujuh langkah penelitian yang diadaptasi dari sepuluh langkah penelitian pengembangan Borg Gall (1983). Ketujuh langkah tersebut adalah Research and Information Collecting Planning Develop Preliminary of Product Preliminary Field Testing Main Product Revision Main Field Test Final Product Revision. Uji coba dalam penelitian ini dilakukan melalui uji ahli dalam tahap Preliminary Field Testing dan uji coba keseluruhan produk dalam tahap Main Field Test. Ahli yang dilibatkan dalam tahap Preliminary Field Testing adalah ahli media pembelajaran dan ahli media bimbingan dan konseling. Uji coba keseluruhan produk dalam tahap Main Field Test melibatkan dua konselor sebagai calon pengguna produk dan siswa sebagai sasaran layanan produk. Instrumen penelitian yang digunakan adalah inventori nilai moral keberanian siswa instrumen penilaian ahli dan calon pengguna instrumen penilaian siswa dan catatan pelaksanaan layanan. Data hasil pengembangan didapatkan melalui tahapan reduksi data penyajian data rerata data dan interpretasi data. Hasil penilaian ahli media pembelajaran dan ahli materi menunjukkan bahwa permainan simulasi Langkah Positif sebagai metode bimbingan kelompok merupakan produk yang layak digunakan untuk peningkatan nilai moral keberanian siswa. Hasil penilaian calon pengguna produk menunjukkan bahwa produk ini merupakan produk layak digunakan. Hasil penilaian siswa menunjukkan bahwa produk merupakan layanan yang layak diberikan kepada siswa. Siswa menyatakan bahwa produk bermanfaat dalam meningkatkan nilai moral keberanian mereka. Saran yang diberikan adalah (1) konselor dapat menggunakan produk ini sebagai salah satu pilihan alternatif layanan bimbingan untuk peningkatan nilai moral keberanian siswa dan melanjutkan penyempurnaan produk ini melalui penelitian lanjutan. (2) peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian dengan uji coba kelompok besar dalam rangka uji efektifitas produk penelitian tindakan bimbingan ataupun pengembangan produk untuk topik lain.