Skripsi
Identifikasi resiko keselamatan dan kesehatan kerja pada proyek pembangunan gedung kuliah Universitas Muhammadiyah Gresik / Ardi Feriyanto
Abstrak
ABSTRAK Feriyanto Ardi. 2016. Identifikasi Resiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Proyek Pembangunan Gedung Kuliah Universitas Muhammadiyah Gresik. Skripsi Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. H. Suparno S.T. M.T. dan (2) Drs. Made Wena M.Pd. M.T Kata Kunci Identifikasi resiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Banyak pekerja mengabaikan keselamatan dan kesehatan kerja saat melaksanakan pekerjaan sehingga peluang terjadinya kecelakaan kerja semakin besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis jenis kecelakaan kerja mengetahui penyebab kecelakaan kerja dan pengaruh kecelakaan kerja di proyek pembangunan gedung kuliah Universitas Muhammadiyah Gresik. Populasi penelitian adalah pekerja proyek yang berjumlah sekitar 146 yaitu meliputi pembantu tukang tukang mandor pelaksana keselamatan dan kesehatan kerja dan pelaksana proyek pembangunan gedung kuliah Universitas Muhammadiyah Gresik. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan membagikan angket/kuesioner kepada responden yang bekerja di proyek pembangunan gedung kuliah Unuversitas Muhammadiyah Gresik. Hasil pengumpulan data dimasukan kedalam tabel penelitian kemudian dilakukan analisis untuk mengetahui frequensi dan persentase jawaban responden menggunakan bantuan software SPSS 21.0. Hasil penelitian kecelakaan kerja yang terjadi adalah (1) tersentuh benda yang tidak bergerak (kesandung) cukup sering terjadi (2) terjepit alat pernah terjadi (3) tersengat arus listrik pernah terjadi. Sedangkan luka akibat kecelakaan kerja adalah (1) bagian kepala (2) bagian badan (3) bagian tangan dan (4) bagian tungkai. Penyebab kecelakaan kerja yang berasal dari faktor pekerja adalah (1) dari motivasi pekerja yang kurang cukup tinggi (2) menjalankan yang bukan tugasnya/gagal memberikan peringatan cukup tinggi (3) melepaskan alat pengaman/membuat alat pengaman tidak berfungsi cukup tinggi (4) tidak memakai alat pelindung diri cukup tinggi (5) posisi kerja yang tidak tepat cukup tinggi. Sedangkan dari faktor lingkungan yaitu lingkungan kerja yang mengandung bahaya cukup tinggi. Kecelakaan kerja yang terjadi mempengaruhi beberapa hal diantaranya (1) terhadap penurunan mutu pekerjaan kurang berpengaruh. Dan (2) terhadap waktu penyelesaian pekerjaan cukup berpengaruh karena terjadinya kecelakaan kerja menyebabkan terhentinya kegiatan proyek dalam rentang waktu yang berbeda beda.