Skripsi
Pengembangan media boneka wayang dalam pembelajaran bahasa pada anak kelompok B di Taman Kanak-Kanak / Yuli Rahayu Indriani
Abstrak
ABSTRAK Indriani Yuli Rahayu. 2016. Pengembangan Media Boneka Wayang dalam Pembelajaran Bahasa Pada Anak Kelompok B di Taman Kanak-Kanak. Skripsi Prodi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Ahmad Samawi M.Hum. (II) Drs. Tomas Iriyanto S.Pd M.Pd. Kata Kunci Boneka Wayang Pembelajaran Bahasa Pembelajaran bahasa merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan aspek perkembangan bahasa anak. Berdasarkan hasil penelitian awal di RA Al-Azhar Bantur ditemukan anak masih belum mampu menceritakan kembali cerita yang sudah pernah didengarnya karena kurangnya rasa percaya diri anak. Penelitian ini mengembangkan media pembelajaran bahasa berupa boneka wayang yang dapat digunakan dalam kegiatan bercerita. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan prototype media pembelajaran boneka wayang yang layak untuk mengembangkan aspek perkembangan bahasa anak kelompok B berdasarkan ahli perkembangan bahasa anak usia dini ahli materi pembelajaran anak usia dini dan ahli media pembelajaran anak usia dini. Penelitian pengembangan ini menggunakan model penelitian dan pengembangan dari Dick Carey dengan sembilan langkah. Hasil pengembangan berupa produk media boneka wayang yang digunakan dalam pembelajaran bahasa dan diterapkan dalam kegiatan bercerita. Penelitian dilakukan pada anak kelompok B RA Al-Azhar Bantur. Teknik analisis data dalam penelitian dan pengembangan ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif berupa persentase. Berdasarkan uji formatif kepada ahli materi pembelajaran anak usia dini diperoleh persentase 85 7% ahli bahasa anak usia dini diperoleh persentase 82 7% dan ahli media pembelajaran anak usia dini diperoleh persentase 86 5%. Dari uji coba perorangan diperoleh persentase keefektifan 89% keefisienan 94% dan kemenarikan 94%. Dari uji coba kelompok kecil diperoleh persentase keefektifan 92% keefisienan 80% dan kemenarikan 86%. Dari uji coba lapangan diperoleh persentase keefektifan 86% keefisienan 80% dan kemenarikan 93%. Berdasarkan uji formatif pada ahli dan uji coba kepada anak media boneka wayang sangat efektif efisien dan menarik sehingga layak digunakan. Media boneka wayang ini dapat dijadikan acuan untuk menciptakan media dalam pembelajaran bahasa pada anak kelompok B. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan media ini dalam cakupan lebih luas dan melakukan evaluasi ulang terhadap media boneka wayang ini.