Skripsi
Penerapan pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) untuk meningkatkan pemahaman konsep persamaan dan fungsi kuadrat siswa kelas X BB-2 SMK Negeri 5 Malang / Alfiah Febriansyah Putri
Abstrak
ABSTRAK Putri Alfiah Febriansyah. 2016. Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based-Learning) untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Persamaan dan Fungsi Kuadrat Siswa Kelas X BB-2 SMK Negeri 5 Malang. Skripsi Prodi Pendidikan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing Lathiful Anwar S.Si. M.Sc. Kata kunci Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based-Learning) Pemahaman Konsep Scaffolding Persamaan dan Fungsi Kuadrat Pemahaman konsep merupakan kemampuan siswa dalam memahami memaknai mengidentifikasi suatu materi pelajaran dengan membentuk pengetahuannya sendiri dan mengungkapkan kembali konsep yang telah dipelajari dengan bahasa yang mudah dimengerti tanpa mengubah maknanya. Berdasarkan data observasi dan wawancara dengan guru matematika di kelas X BB-2 SMK Negeri 5 Malang menunjukan bahwa pemahaman konsep siswa masih rendah. Hal ini dikarenakan saat pembelajaran di kelas guru selalu menggunakan metode ceramah dan siswa menghafal contoh dari guru. Jika guru memberikan masalah baru siswa kesulitan dan menggunakan konsep yang salah saat mengerjakan soal tersebut. Oleh karena itu perlu adanya model pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman konsep yaitu menerapkan model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based-Learning). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 11 Januari 1 Februari 2016 di kelas X BB-2 SMK Negeri 5 Malang Tahun Ajaran 2015/2016. Tahapan penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based-Learning) pada penelitian ini terdiri dari 5 tahap yaitu (1) orientasi siswa pada masalah yaitu menyampaikan tujuan pembelajaran menjelaskan logistik yang dibutuhkan memotivasi siswa agar terlibat pada aktivitas pemecahan masalah (2) mengorganisasi siswa untuk belajar yaitu mendefinisikan tugas belajar siswa dengan berkelompok bekerja sama dan saling membantu menyelidiki masalah-masalah secara bersama-sama (3) membantu penyelidikan individu dan kelompok yaitu adalah memberikan scaffolding secara lisan maupun visual untuk memperoleh informasi dan solusi untuk memecahkan masalah (4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya yaitu memberikan scaffolding kepada siswa untuk menyelesaikan soal dan menyiapkan hasil karya mereka dalam bentuk laporan yang ditulis di lembar kerja siswa (5) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah kegiatan yang dilakukan guru adalah guru membimbing siswa menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah yang sudah dilakukan. 8195 Peningkatan pemahaman konsep siswa pada materi persamaan dan fungsi kuadrat dalam penelitian ini ditunjukkan jika banyak siswa dengan pemahaman konsep tinggi dan sangat tinggi 8805 40% dan banyak siswa yang pemahaman konsep rendah 8804 20%. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa siswa yang pemahaman konsep tinggi dan sangat tinggi dari siklus 1 ke siklus 2 meningkat 34 375% menjadi 61 29% dari banyaknya siswa sedangkan banyak siswa yang pemahaman konsep rendah dari siklus 1 ke siklus 2 berkurang dari 46 875% menjadi 12 9% dari banyaknya siswa.