Skripsi
Pengembangan bahan ajar modul troubleshooting jaringan untuk siswa kelas XII Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Negeri 1 Panji Situbondo / Nuzilia Romdani Jauhar
Abstrak
ABSTRAK Jauhar Nuzilia Romdani. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Modul Troubleshooting Jaringan untuk Siswa Kelas XII Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Negeri 1 Panji Situbondo. Skripsi Program Studi Pendidikan Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Wahyu Sakti Gunawan Irianto M.Kom. (II) Drs. Sujono M.T. Kata Kunci pengembangan modul troubleshooting jaringan. Bahan ajar dan pembelajaran merupakan dua hal yang saling melengkapi. Tujuan pembelajaran akan tercapai apabila didukung oleh bahan ajar yang baik. Salah satu jenis bahan ajar yaitu modul. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMK Negeri 1 Panji Situbondo terdapat permasalahan dalam pembelajaran antara lain yaitu belum tersedia modul cetak untuk Mata Pelajaran Troubleshooting Jaringan yang sesuai dengan Kurikulum 2013. Hal tersebutdisebabkan Mata Pelajaran Troubleshooting Jaringan merupakan mata pelajaran baru yang disajikan dalam Kurikulum 2013.Tujuan dari penelitian ini yaitu mengembangkan bahan ajar modul Troubleshooting Jaringan untuk Kelas XII Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan di SMKN 1 Panji Situbondo sesuai dengan standar kompetensi pada Kurikulum 2013 dan menguji tingkat kelayakan modul tersebut. Modul yang dikembangkan yaitu modul guru dan modul siswa. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan Sadiman (2012). Langkah-langkah pengembangan menurut Sadiman adalah sebagai berikut (1) identifikasi kebutuhan (2) perumusan tujuan pembelajaran (3) perumusan butir-butir materi (4) perumusan alat ukur keberhasilan (5) penulisan naskah media (6) uji coba (7) revisi dan (8) naskah siap diproduksi dan dimanfaatkan. Produk yang dikembangkan telah melalui tahap validasi dan uji coba. Validasi oleh ahli meteri memperoleh persentase sebesar 92.09%. Validasi oleh ahli media memperoleh persentase sebesar 100%. Uji coba siswa kelompok kecil memperoleh persentase sebesar 90.11%. Sedangkan uji coba siswa kelompok besar memperoleh persentase sebesar 90.72%. Hasil secara keseluruhan dari pengembangan Modul Troubleshooting Jaringan untuk Kelas XII TKJ di SMK Negeri 1 Panji Situbondo diperoleh persentase sebesar 93.23%. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan layak digunakan sebagai pedoman guru dan siswa dalam proses pembelajaran.