Skripsi
Penerapan model pembelajaran kooperatif two stay two stray dengan media crossword puzzle untuk meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa kelas XI IPS 2 MAN Kota Batu / Inurita Arimbi
Abstrak
ABSTRAK Arimbi Inurita. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Two Stay Two Stray (TS-TS) dengan Menggunakan Media Crossword Puzzle untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas XI IPS 2 MAN Kota Batu Tahun Ajaran 2015-2016. Skripsi Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Yohanes Hadi S (II) Achmad Ali Wafa. Kata Kunci Pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray Crosswordpuzzle Hasil Belajar. Peningkatan mutu pendidikan di Indonesia tidak bisa terlepas dari peran seorang guru dalam mendidik dan memfasilitasi peserta didik. Kegiatan pembelajaran dapat dikatakan berhasil apabila tujuan dalam proses pembelajaran tersebut dapat tercapai. Berdasarkan observasi yang dilakukan di Man Kota Batu pembelajaran belum dikatakan berhasil. Hal ini terlihat dari hasil belajar kognitif siswa yang masih rendah dikarenakan siswa belum memahami materi yang diajarkan. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan pembelajaran yang inovatif salah satunya dengan pembelajaran kooperatif. Adapun teknik yang digunakan adalah Two Stay Two Stray dengan Media Crosswordpuzzle. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan ini digunakan untuk mendapatkan gambaran yang jelas dan nyata tentang peristiwa yang tampak selama proses pembelajaran. Jenis penelitian yang yang akan dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) karena penelitian ini digunakan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Penelitian tindakan kelas yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Pada penelitian tindakan kelas ini kegiatan pembelajaran akan dimulai dari (a) perencanaan atau planning (b) pelaksanaan atau action (c) pengumpulan data atau observing (d) menganalisis data atau informasi untuk memutuskan sejauh mana kelebihan atau kelemahan tindakan disebut reflecting. Data penelitian ini berupa skor hasil observasi dan catatan lapangan. Adapun hasil belajar kognitif diperoleh dari pretest dan postest. Pengumpulan data yang digunakan adalah tes observasi catatan lapangan dokumentasi angket dan wawancara. Berdasarkan hasil analisa data tersebut diperoleh data bahwa pada siklus I peserta didik yang tuntas belajar sebanyak 21 atau 67 74% sedangkan yang belum tuntas sebanyak10 atau 32 25%. Padasiklus II mengalami peningkatan yaitu siswa yang tuntas sebanyak29 atau 93 54% sedangkan siswa yang belum tuntas sebanyak 2 orang atau 6 45%.