Skripsi
Pengawai Negeri Sipil (PNS) minded dalam keluarga X di Kota Tarakan Kalimantan Utara / Siti Fatimah
Abstrak
ABSTRAK Fatimah Siti. 2016. Pegawai Negeri Sipil (PNS) Minded dalam Keluarga Besar X di Kota Tarakan Kalimantan Utara. Skripsi Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Blasius Boli Lasan M.Pd (II) Drs. Djoko Budi Santoso M.Pd. Kata Kunci pegawai negeri sipil minded keluarga besar safety needs Profesi merupakan suatu pekerjaan yang mengutamakan keahlian. Saat ini banyak orang yang menekuni pekerjaannya dengan berbagai alasan yang cukup beragam yaitu penghasilan yang menjanjikan meskipun tidak sesuai dengan norma dan aturan tidak ada kesibukan paksaan keluarga kedudukan dan jabatan persaingan sosial mencari aman hingga kehormatan di lingkungannya. Seseorang pada akhirnya akan memutuskan arah kariernya beserta alasannya tersendiri. Arah karier yang telah diputuskan sedikit banyak ada campur tangan dari keluarganya yaitu para anggota keluarga inti maupun para kerabat pada keluarga besar. Bagi orang tua tunggal (Ibu) yang membesarkan empat orang anaknya selama dua puluh tahun ikut membantu mengarahkan karier yang sesuai dengan keahlian tidaklah mudah. Kualitas pendidikan yang tidak maksimal membuat minimnya pengetahuan keluarga mengenai banyaknya lapangan pekerjaan yang dapat ditekuni dan dikembangkan dengan berbagai keahlian yang telah dimiliki. Keluarga besar X merupakan sebuah keluarga yang sebagian besar anggota keluarganya berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pola pikir yang mendarah daging mengenai pekerjaan yang layak yaitu menjadi seorang PNS telah tertanam dalam keluarga besar X. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Lokasi penelitian di Kelurahan Pamusian Kecamatan Tarakan Tengah Kota Tarakan. Subjek penelitian kelima anggota keluarga X yaitu Ibu beserta keempat anaknya. Informan lain yaitu dua orang menantu keluarga X dan seorang pembantu keluarga X. Teknik pengambilan sampel menggunkan teknik purposive sampling. Analisis data lapangan menggunakan analisis model Miles and Huberman. Hasil temuan dapat disimpulkan bahwa (1) Sistem kekerabatan keluarga besar X cukup kuat untuk mempengaruhi anggota satu dengan yang lain agar berprofesi PNS. (2) Jenis pola asuh yang digunakan keluarga X adalah pola pengasuhan otoriter. (3) Pengasuhan orang tua tunggal yang bekerja sebagai penjual kue membuat keluarga X kesulitan dari segi finansial (4) Keluarga X sangat mengutamakan safety needs yang diakomodasi dalam profesinya (PNS). (5) Konsep diri ideal keluarga X adalah cara gelap yang ditempuh untuk menjadi seorang PNS dan membuat keluarga X sangat mengagung-agungkan profesi tersebut.