Skripsi
Penerapan tahapan Polya untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah materi statistika pada siswa kelas X SMKN 4 Malang / Siti Sa\'adah Iryani
Abstrak
ABSTRAK Iryani Siti Sa adah. 2016. Penerapan Tahapan Polya Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Materi Statistika Pada Siswa Kelas X SMKN 4 Malang. Skripsi Jurusan Matematika Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Aning Wida Yanti S.Si M.Pd (II) Latifah Mustofa L S.Si M.Pd. Kata Kunci Tahapan Polya Pemecahan Masalah. Berdasarkan observasi awal pada tanggal 2 Februari 2016 diketahui bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas X-A dan X-C Jurusan Persiapan Grafika (PS) di SMKN 4 Malang masih tergolong rendah. Hal ini dilihat dari skor tes awal siswa yaitu 1) nilai rata-rata siswa kelas X PS-A adalah 42 25 dan terdapat 4 siswa yang memperoleh skor minimal 75 dari 32 siswa 2) nilai rata-rata siswa kelas X PS-C adalah 30 55 dan tidak ada siswa yang memperoleh skor minimal 75 dari 33 siswa. Oleh karena itu diperlukan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat diterapkan adalah pembelajaran tahapan Polya untuk pemecahan masalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan tentang langkah-langkah penerapan tahapan Polya yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah materi statistika pada siswa kelas X SMKN 4 Malang. Subjek penelitian adalah siswa kelas X PS-C. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi 1) hasil observasi selama proses pembelajaran yang berpedoman pada lembar observasi 2) hasil catatan lapangan 3) hasil Lembar Kerja Siswa dan 4) hasil tes akhir siklus. Penerapan tahapan Polya yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah materi statistika pada siswa kelas X SMKN 4 Malang dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut yaitu (1) tahap pemahaman masalah meminta siswa untuk membaca dan memahami masalah yaitu membimbing siswa untuk mengidentifikasi masalah dengan cara menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dari masalah (2) tahap penyusunan rencana meminta siswa untuk menuliskan cara atau strategi yang akan digunakan yaitu membimbing siswa untuk menuliskan langkah-langkah penyelesaian masalah dengan bercerita atau dalam bentuk poin-poin beserta rumusnya (3) tahap pelaksanaan rencana meminta siswa untuk menyelesaikan masalah berdasarkan rencana yang telah dibuat dan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya (4) tahap pengecekan kembali meminta siswa untuk memeriksa kembali hasil yang diperoleh yaitu membimbing siswa untuk menguji kebenaran hasil yang diperoleh (terkait penyajian data dalam bentuk tabel diagram garis diagram batang diagram lingkaran dan histogram untuk data kelompok serta terkait mean dari data tunggal) atau memeriksa kembali langkah-langkah yang telah dilakukan (terkait modus median kuartil dan desil dari data tunggal serta mean median dan modus dari data kelompok) kemudian siswa membuat kesimpulan terkait masalah yang diberikan. Data penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa meningkat. Hal ini dilihat dari data peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa. Pertama pada siklus I hasil observasi aktivitas guru memperoleh persentase 89 23% dengan kategori sangat baik dan hasil observasi aktivitas siswa memperoleh persentase 84 65% dengan kategori sangat baik . Sedangkan pada siklus II hasil observasi aktivitas guru memperoleh persentase 86 03% dengan kategori sangat baik dan hasil observasi aktivitas siswa memperoleh persentase 80 32% dengan kategori sangat baik . Persentase hasil observasi aktivitas guru dan siswa pada siklus II mengalami penurunan tetapi tetap memenuhi kriteria yang ditetapkan yaitu minimal kategori baik . Kedua pada siklus I nilai rata-rata kelas berdasarkan hasil LKS yaitu 64 dengan kategori cukup dan pada siklus II yaitu 75 9 dengan kategori baik . Ketiga pada siklus I siswa yang memperoleh nilai lebih dari atau sama dengan 75 mencapai 19 4% dari 31 siswa kelas X PS-C dan pada siklus II mencapai 70 97%.