Skripsi
Pembelajaran keterampilan berbicara (kalam): problematika, dan upaya mengatasinya di kelas X MA Miftahul Ulum Kampung Islam Pegayaman Bali / Siti Kholifah
Abstrak
ABSTRAK Kholifah Siti. 2015. Pembelajaran Keterampilan Berbicara (Kalam) Problematika dan Upaya Mengatasinya di Kelas X MA Miftahul Ulum Kampung Islam Pegayaman Bali. Skripsi. Jurusan Sastra Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Imam Asrori M.Pd dan (2) Dr. Yusuf Hanafi S.Ag M.Fil.I. Kata Kunci Pembelajaran Keterampilan Berbicara (Kalam) Problematika MA Miftahul Ulum Pegayaman Bali Salah satu keterampilan berbahasa adalah keterampilan berbicara yang bertujuan agar siswa mampu berbicara dengan baik dan benar. Namun sampai saat ini masih sering ditemukan problem-problem pembelajaran keterampilan ini demikian halnya di kelas X MA Miftahul Ulum Kampung Islam Pegayaman Bali. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan perencanaan pembelajaran keterampilan kalam pelaksanaan problematika dan upaya mengatasinya di kelas X MA Miftahul Ulum Pegayaman Bali. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X guru bahasa Arab serta kepala Madrasah Aliyah tersebut. Teknik pengumpulan data melalui wawancara observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan mengumpulkan mereduksi menyajikan data dan mengambil kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah Perencanaan pembelajaran keterampilan kalam yang digunakan sesuai dengan kurikulum 2013 hal ini dibuktikan berdasarkan buku ajar yang digunakan yaitu buku dari Depag tahun 2014 dengan judul Buku Siswa Bahasa Arab Kelas X . Terkait RPP guru bahasa Arab belum menyusunnya karena guru tersebut masih dalam pelatihan pembelajaran yang sesuai kurikulum 2013. Sedangkan metode yang digunakan dalam pembelajaran adalah metode ceramah tanya jawab dan metode langsung. Buku ajar yang digunakan dalam pembelajaran keterampilan kalam adalah buku dari Depag dan dilengkapi dengan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) tahun 2014. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan 3 tahap yaitu pendahuluan inti dan penutup. Pada tahap pendahuluan guru melakukan kegiatan apersepsi. pada kegiatan inti guru terlebih dahulu menjelaskan mufradat terkait tema yang akan dipelajari kemudian guru meminta siswa membaca memahami dan mempraktikkan hiwar secara berpasangan. Pada tahap penutup guru menyimpulkan materi dan kembali menanyakan mufradat serta memberikan tugas berupa PR (Pekerjaan Rumah). Problematika pembelajaran meliputi problem linguistik (meliputi pelafalan mufradat dan jumlah susunan kaidah dan intonasi) non-linguistik meliputi faktor siswa (kurang penguasaan mufradat serta minat belum mengenal bahasa Arab) guru (kurang tegas media kurang menarik metode monoton kurang penggunaan bahasa Arab dan pengelolaan kelas) dan faktor lingkungan (lingkungan tempat tinggal dan sarana kurang mendukung). Upaya mengatasi problematika yang ada yaitu siswa (sering menghafal mufradat dan membaca teks-teks percakapan) guru (metode yang bervariasi media yang menarik motivasi untuk siswa lebih tegas) pihak sekolah (melengkapi sarana dan prasarana).