Skripsi
Penerapan media audiovisual tari topeng Bapang untuk meningkatkan hasil belajar seni tari kelas VII-D di SMPN 2 Garum Kabupaten Blitar / Riris Ahyu Hanipah
Abstrak
ABSTRAK Hanipah Riris Ahyu. 2016. Penerapan Media Audiovisual Tari Topeng Bapang Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Seni Tari Kelas VII-D di SMPN 2 Garum kabupaten Blitar. Skripsi Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang Pembimbing (I) Dra. Tjitjik Sriwardhani M.Pd (II) Tutut Pristiati S.Sn Kata Kunci media audiovisual tari Topeng Bapang hasil belajar SMP. Pembelajaran seni tari kelas VII D di SMPN 2 Garum kabupaten Blitar pada materi tari Topeng Bapang kemasan 4 menit kurang mencapai hasil belajar yang maksimal. Hal ini terlihat dari hasil belajar siswa yang menunjukkan bahwa ketuntasan siswa hanya terdapat 4 dari 20 siswa yang mendapat nilai di atas KKM. Kurangnya hasil belajar siswa disebabkan saat mendapatkan materi dari guru perhatian siswa kurang terfokus pada pelajaran. Guru kurang menggunakan media yang menarik dan kurang memberikan respon positif kepada siswa saat pembelajaran sehingga siswa kurang aktif bertanya diskusi praktik kurang percaya diri dalam memperagakan gerak tari serta siswa tidak bisa disiplin dalam mengikuti pelajaran. Maka diperlukan penerapan media pembelajaran berbasis audiovisual yang dapat meningkatkan hasil belajar pada standart kompetensi mengekspresikan diri melalui karya seni tari materi tari topeng Bapang kemasan 4 menit. Tujuan dari penelitian ini adalah mendiskripsikan penerapan media audiovisual tari Topeng Bapang kemasan 4 menit yang dapat meningkatkan hasil belajar seni tari pada standart kompetensi mengekspresikan diri melalui karya seni tari kelas VII D di SMPN 2 Garum kabupaten Blitar. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan secara bersiklus yang dilaksanakan sebanyak dua siklus. Kegiatan dalam setiap siklus dilakukan dengan tahap perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui observasi wawancara dokumentasi dan tes. Penelitian ini menggunakan dua siklus analisa data yang digunakan oleh peneliti adalah analisis kualitatif dengan menghitung frekuensi hasil capaian tes dan capaian sikap siswa dalam kelas selanjutnya dipaparkan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian pada pembelajaran seni tari mengalami peningkatan yaitu ketuntasan belajar pra penelitian aspek afektif sebesar 55% dan aspek psikomotor sebesar 20%. Pada pelaksanaan siklus I mengalami peningkatan yaitu dengan persentase ketuntasan aspek afektif dengan indikator keaktifan kedisiplinan dan percaya diri mencapai 70% dan aspek psikomotor dengan indikator penguasaan teknik kaki tenknik tangan koordinasi teknik kaki dan tangan ekspresi seta ketepatan musik pada ragam ngancap guntingan dan nigas mencapai 60%. Dilanjutkan pada siklus II aspek afektif mencapai 95% dan aspek psikomotor mencapai persentase 90%. Jadi selisih peningkatan hasil belajar ketuntasan siswa dalam memperagakan ragam gerak ngancap guntingan dan nigas berdasarkan indikator penguasaan teknik kaki tenknik tangan koordinasi teknik kaki dan tangan ekspresi seta ketepatan musik mencapai 10 6% dihitung berdasarkan hasil rata-rata tiap siklus. Media audiovisual tari Topeng Bapang kemasan 4 menit dapat dijadikan alternatif untuk memberikan motivasi siswa agar pemikiran siswa lebih terfokus terhadap materi. Selain itu media ini dapat digunakan guru untuk menarik perhatian siswa dan memberikan respon positif kepada siswa saat pembelajaran. Sehingga siswa aktif disiplin dan percaya diri dalam bertanya diskusi dan praktik.