Tugas Akhir
Evaluasi konsumsi pemakaian kayu pada rangka atap type pelana dan perisai / Abdiel Tri Suputra
Abstrak
ABSTRAK Suputra Abdiel Tri. 2016. Evaluasi Konsumsi Pemakaian Kayu pada Rangka Atap Type Pelana dan Perisai. Proyek Akhir Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang.Pembimbing (I) Drs. Ir. H. Sudomo M.MT. Kata Kunci evaluasi bahan kayu rangka atap atap pelana atap perisai. Menurut Frick (1981 11) Kayu sampai saat ini masih banyak dicari dan dibutuhkan banyak orang. Diperkirakan pada abad-abad yang akan datang kayu akan masih tetap selalu dibutuhkan manusia . Sebagian besar bangunan rumah di Indonesia menggunakan bahan kayu untuk rangka atapnya. Bahan kayu dalam bangunan sangat ditutuhkan dalam pembuatan bangunan rumah di Indonesia. Di Indonesia bahan kayu sangat mudah di dapatkan sehingga masyarakan Indonesia sebagian besar menggunakan bahan kayu dalam membuat bangunan.Untuk bangunan rumah di Indonesia sebagian besar menggunankan atap dengan type pelana dan perisai dari sekian banyak type atap. Rangka atap type pelana bentuk atap ini cukup sederhana karena itu banyak dipakai untuk bangunan-bangunan atau rumah masyarakat. Bidang atap teridiri dari dua sisi yang bertemu pada satu garis pertemuan yang disebut bubungan.Rangka atap type perisai atau lebih dikenal dengan limas atap berbentuk limas terdiri dari empat bidang atap dua bidang bertemu pada satu garis hubungan jurai dan dua bidang bertemu pada garis bubungan atas atau pada nook. Jika dilhat terdapat dua bidang berbentuk trapesium dan dua dua bidang berbentuk segitiga. Demikian hasil pemakaian kayu pada bangunan dengan luas 8 m x 12 m dengan memakai kayu jati memperoleh hasil jumlah kayu yang digunakan dalam rangka atap type pelana adalah sebanyak 2.9880 m3. Kemudian jumlah kayu yang digunakan pada rangka atap type perisai adalah sebanyak 3.8080 m3. Penggunaan kayu pada rangka atap type pelana lebih efisiensi 21.53% dari rangka atap type perisai.