Disertasi
Pengembangan program layanan perpustakaan kecil model Korea Selatan sebagai pusat sumber belajar untuk masyarakat Desa Karangwidoro-Dau / Han Hyouk Joo
Abstrak
ABSTRAK HYOUK JOO HAN. 2015. Pengembangan Program Layanan Perpustakaan Kecil Model Korea Selatan sebagai Pusat Sumber Belajar untuk Masyarakat Desa Karangwidoro-Dau. Disertasi Program Studi Teknologi Pembelajaran Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng M.Pd. (2) Prof. Dr. Punaji Setyosari M.Pd. M.Ed. (3) Dr. Wasis D. Dwiyogo M.Pd. Kata Kunci Perpustakaan Kecil Karakter Kreativitas Lingkungan pendidikan non-formal Model Korea Selatan Perpustakaan kecil adalah lembaga pendidikan yang baik untuk pengem-bangan pendidikan daerah secara seimbang. Sebagian besar desa memiliki Taman Bacaan Masyarakat atau Perpustakaan Desa di desa. Walupun TBM memiliki tanggung jawab atas sebagian pendidikan pembacaan dan informasi dalam rangka pendidikan sepanjang hayat untuk masyarakat diperlukan sebuah pusat sumber belajar untuk pendidikan secara holistik yang terintegrasi. Alasan penelitian ini memilih perpustakaan kecil model Korea Selatan sebagai perpustakaan kecil ada-lah karena memiliki fungsi dasar untuk pembacaan dan pencarian informasi memberikan bermacam-macam program pendidikan secara holistik untuk pengguna dan saling berkomunikasi dengan masyarakat sebagai pusat sumber belajar di desa dan dikelola oleh dukungan dan partisipasi dari masyarakat. Ketika model yang seperti ini diterapkan di dalam situasi Indonesia akan diteliti apakah kemampuan mencari informasi kemampuan membaca dan menulis krea-tivitas karakter yang baik dan kepedulian peserta terhadap lingkungan meningkat atau tidak. Untuk penelitian ini sebuah perpustakaan kecil didirikan di desa Ka-rangwidoro-Dau-Malang dan disediakan buku-buku dan berbagai macam Alat Peraga Edukatif. Setelah itu ditentukan tiga macam obyek penelitian yaitu pengguna (anak-anak) perpustakaan kecil masyarakat dan sekolah sekitar dan diciptakan program-program pendidikan untuk mereka. Setiap sekolah di Korea Selatan memiliki perpustakaan sekolah sendiri mengelola perpustakaan tersebut secara mandiri dan tidak ada hubungan kerjasama pendidikan dengan per-pustakaan kecil. Tetapi karena diantara sekolah di desa di Indonesia masih ada banyak sekolah yang belum memiliki perpustakaan sekolah ataupun perpustakaan sekolah yang dimiliki tidak aktif perpustakaan kecil model Korea Selatan mem-berikan program pendidikan di dalam hubungan kerjasama dengan sekolah. Program-program untuk kemampuan pencarian buku pengembangan membaca dan menulis kreativitas karakter yang baik dan peningkatan kesadaran terhadap lingkungan dikembangkan dan dilaksanakan untuk anak-anak sebagai pengguna. Untuk masyarakat program perpustakaan keliling dilaksanakan untuk menumbuhkan kesadaran terhadap pembacaan ibu-ibu dan kreativitas melalui APE. Informasi acara desa dan perpustakaan kecil keluarga pendidikan dan kesehatan diberikan melalui buletin desa. Buletin ini digunakan sebagai bahan NIE (Newspapper in Education) di PKK desa. Untuk sekolah sekitar setelah dipilih 2 TK (Taman Kanak-kanak) di desa dan dilaksanakan program-program 4 macam tema dari 18 Nilai Karakter Bangsa yang disusun oleh Departemen Pen-didikan dan Kebudayaan Indonesia. Pengambangan ini menggunakan metode dari Borg and Gall s (2003) yangdisebut Educational Research and Development(R D) . Prosedur-prosedurpengembangan tersebut adalah (1) Analisis penelitian penilaian kebutuhan (2)perencanan desain program dan pengembangan program awal (3) analisis vali-dasi (4) revisi program (5) uji coba lapangan (6) revisi program akhir danpenyebaran. Dalam analisis penilaian terhadap pelaksanaan program karena peserta program untuk perseorangan adalah anak-anak maka data-data dianalisis melalui metode pengamatan dengan metode analisis kualitatif. Data-data program untuk masyarakat dan sekolah dianalisis melalui angket penelitian dari peserta(dewasa). Hasil analisis data-data yang diperoleh adalah sebagai berikut bagi pro-gram untuk perseorangan hasil data program-program yang telah disusun untukperseorangan tersebut menunjukkan bahwa program-program tersebut baik dancocok dilaksanakan di situasi desa Indonesia. Hasil analisis data-data program un-tuk masyarakat dan sekolah yang diperoleh dengan metode analisis statistik jugamenunjukkan program-program ini dapat diterapkan di lingkungan desa Indonesia Berdasarkan hasil penelitian ini program-program layanan perpustakaan kecil model Korea Selatan dapat diterapkan kepada anak-anak sebagai pengguna masyarakat dan sekolah. Dan seluruh obyek sasaran mendapatkan hasil pengaruh yang baik. Program-program ini didiseminasikan kepada TK atau TBM sehingga program ini dapat berperan baik untuk masyarakat.