Skripsi
Analisis kesalahan siswa SMP kelas VII dalam menyelesaikan soal perbandingan berdasarkan tahapan polya dan pelaksanaan scaffoldingnya / Ika Rahayu Sintiya Dewi
Abstrak
ABSTRAK Dewi Ika Rahayu Sintiya. 2016. Analisis Kesalahan Siswa SMP Kelas VII dalam Menyelesaikan Soal Perbandingan Berdasarkan Tahapan Polya dan Pelaksanaan Scaffoldingnya. Skripsi Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dra. Santi Irawati M.Si Ph.D. Kata kunci Analisis Kesalahan Tahapan Polya Scaffolding. Banyak siswa Indonesia yang melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal pada berbagai materi matematika dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah. Salah satu kesalahan yang dilakukan siswa sekolah menengah pertama yaitu kesalahan menyelesaikan soal pada materi perbandingan. Khususnya pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Malang yang sering melakukan kesalahan saat dihadapkan dengan soal perbandingan senilai dan berbalik nilai. Oleh karena itu diperlukan analisis mengenai kesalahan tersebut untuk membantu mengurangi banyaknya kesalahan yang sama terhadap siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Malang kelas VII yang bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal perbandingan dan upaya membantunya dengan pelaksanaan scaffolding. Kesalahan tersebut dianalisis dengan menggunakan teknik yang dikenalkan oleh George Polya yang mempunyai 4 tahapan diantaranya 1.) memahami masalah (understanding the problem) 2.) memilih rencana penyelesaian (devising a plan) 3.) menerapkan rencana yang dipilih (carrying out the plan) 4.) memeriksa kembali (looking back). Dan scaffolding yang digunakan mengacu pada tiga tingkatan scaffolding yang dikemukakan Anghileri. Subjek penelitian yaitu sebanyak 6 siswa dari 29 siswa kelas VII-C. Soal tes yang diterapkan yaitu 3 soal perbandingan senilai dan 3 soal perbandingan berbalik nilai. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa bentuk-bentuk kesalahan dan pelaksanaan scaffoldingnya pada masing-masing tahapan Polya adalah (1) Pada tahapan memahami masalah (understanding the problem) siswa tidak dapat menunjukkan informasi dalam soal secara lengkap. Pelaksanaan Scaffoldingnya yaitu explaining reviewing dan restructuring. (2) Pada tahapan memilih rencana penyelesaian (devising a plan) rencana yang dipilih tidak sesuai dengan informasi yang ada dalam soal rencana yang disebutkan kurang spesifik salah dalam memilih metode yang akan digunakan. Pelaksanaan Scaffoldingnya yaitu reviewing dan restructuring. (3) Pada tahapan menerapkan rencana yang dipilih (carrying out the plan) salah dalam prosedur yang digunakan mengabaikan data yang seharusnya digunakan dalam soal salah dalam perhitungan salah dalam penerapan metode perbandingan berbalik nilai salah dalam menentukan data pendukung yang tidak diketahui dalam soal menggunakan data yang tidak berhubungan dengan soal yang dimaksud. Pelaksanaan Scaffoldingnya yaitu diskusi tentang jawaban yang telah dibuat oleh siswa dengan beberapa pertanyaan arahan sehingga siswa dapat memperbaiki bagian jawabannya yang salah. (4) Pada tahapan memeriksa kembali (looking back) tidak dapat menyatakan kesimpulan salah dalam menyatakan kesimpulan jawaban akhir salah tidak sesuai dengan jawabannya pada tahap ke-2 dan jawaban pada tahap ke-2 tersebut