UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tugas Akhir

Studi pelaksanaan pembuatan dinding penahan dengan metode precast pada proyek pembangunan stadion Gresik / Mohammad Fakhruddin Ma\'arif

Ma'arif, Mohammad Fakhruddin - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Fakhruddin Ma arif Muhammad. 2015. Studi Pelaksanaan Pembuatan Precast Dinding Penahan pada Proyek Pembangunan Stadion Gresik.Proyek Akhir Progam Studi Diploma III Teknik Sipil dan Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang Pembimbing Drs. I made Oka Mulya M.Pd Kata Kunci precast pelaksanaan dinding penahan Kebutuhan olah raga saat ini sangat dibutuhkan oleh semua orang mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Tumbuhnya minat dan kebutuhan akan olah raga tersebut juga harus diimbangi dengan adanya sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan olah raga tersebut. Maka pemerintah harus mampu menyediakan sarana olah raga tersebut. Salah satu kegiatan olah raga yang digemari saat ini adalah sepak bola. Mulai dari anak kecil hingga orang tua semua menggemari sepak bola. Oleh sebab pemerintah dituntut untuk menyediakan saran berupa stadion sepak bola. Stadion merupakan bangunan yang memerlukan sistem konstruksi yang sangat komplek. Walaupun menggunakan sistem yang komplek pihak pelaksana juga dihadapkan dengan kontrak waktu yang singkat dan harus cepat selesai dalam pengerjaannya. Dengan adanya permasalah tersebut maka timbulah solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pengerjaan beton dengan sistem pracetak (precast) adalah salah satu solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Di samping waktu yang digunakan menjadi lebih singkat penggunaan sistem pracetak (precast) juga lebih ekonomis. Sistem struktur pracetak ini akan lebih efektif dan efisien bila dikerjakan secara berulang dan massal. Studi lapangan ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan komponen-komponen precast dinding penahan yang meliputi pekerjaan penulangan pembuatan bekisting pengecoran hingga proses erection. Untuk mendapatkan data yang valid pada penelitian ini diperlukansuatu metode studi lapangan yaitu dengan pengumpulan data. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode wawancara observasi dan dokumentasi. Hasil dari studi lapangan menyimpulkan bahwa pembuatan dinding penahan pracetak ini menggunakan beton dengan mutu K350. Dalam pembuatan cetakan atau bekisting menggunakan kayu multyplek yang bawahnya diberi bantalan beton potongan tiang pancang agar posisi bekisting rata air. Pada proses pembuatan bekisting ini dapat dilakukan juga pekerjaan penulangan yang meliputi pembengkokan dan pemotongan. Tulangan yang dipakai untuk pembuatan dinding penahan pracetak ini yaitu besi wiremesh 8 sebagai dinding plat dan besi ulir 22 untuk tulangan utama pada balok bawah dinding penahan dan besi 12 untuk sengkangnya. Untuk penulangan balok bawah diberi tonjolan (overlapping) sepanjang 30 cm untuk sambungan dengan kolom dan sambungan dengan dinding penahan lainnya. Pada dinding plat dinding penahan tedapat 2 lapis penulangan wiremesh yang diberi tulangan porasant sebagai penahan sekaligus pemberi jarak antara tulangan atas dan tulangan bawah dengan jarak 1m tiap tulangan porsant. Tidak lupa juga diberi beton dacking sebagai penahan tulangan sekaligus pemberi ketebalan selimut beton yang dibuat dari beton dengan mutu beton minimal seperti mutu beton. Pada penulangan dinding dengan besi wiremesh diberikan tonjolan (ovrlaping) pada setiap sisinya pemberian tonjolan ini dilakukan sebagai tulangan kolom dinding penahan agar pada proses penulangan kolom tidak dilakukan penulangan lagi. Setelah penulangan dan pengecoran selesai maka dilakukan proses erection proses erection ini dilakukan dengan mobile crane dan menggunakan metode horizontal yaitu pelaksanaannya urut tiap baris. Berdasarkan hasil studi lapangan ini disarankan Pada proses produksi komponen pracetak merupakan produksi secara berulang-ulang atau secara masal maka hal yang perlu diperhatikanadalah pembuatan bekisting atau cetakan. Bekisting yang digunakan seharusnya terbuat dari besi yang mudah diatur sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan sehingga bekisting tetap terjaga kekuatannya dan tidak mudah rusak. Apabila menggunakan bekisting yang terbuat dari besi beton yang dihasilkan akan lebih baik dan lebih presisi dibandingkan dengan bekisting yang terbuat dari kayu atau multiplek. Pelaksana seharusnya lebih menekankan pada pentingnya k3 pada pekerja hal ini disebabkan masih banyaknya pekerja yang tidak menggunakan alat perlindungan diri saat bekerja seperti helm keselamatan.


Informasi Detail
DDC
Rp 693.5 MAA s
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Teknik Sipil dan Bangunan, 2016.
Deskripsi Fisik
ix, 72 [17] lembar : il. , tab. 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
02248/KI/16
Edisi
Tugas Akhir (Diploma). Universitas Negeri Malang, 2016
Subjek
1. BETON
2. CONCRETE
3. PRECAST

Pembimbing
1. I Made Oka Mulya
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik