Skripsi
Pengaruh learning cycle 5E berbasis kegiatan lab dan animasi terhadap metakognisi dan pemahaman konsep fluida statis / Lutvi Asri Winarni
Abstrak
ABSTRAK Winarni Lutvi Asri. 2016. Pengaruh Learning Cycle 5E berbasis Kegiatan Lab dan Animasi terhadap Metakognisi dan Pemahaman Konsep Fluida Statis. Skripsi Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Wartono M.Pd (II) Drs. Sumarjono. M.Pd. Kata Kunci Model Pembelajaran Learning Cycle 5E Kegiatan Lab Animasi Metakognisi Pemahaman Konsep Fluida Statis Fisika merupakan bagian dari ilmu pengetahuan yang berusaha menguraikan serta menjelaskan hukum alam dan kejadian-kejadian alam dengan gambaran menurut pemikiran manusia. Salah satu kompetensi pembelajaran fisika adalah menguasai konsep fisika. Berdasarkan hasil wawancara terhadap peserta didik SMAN 1 Garum hampir seluruh peserta didik mengatakan bahwa fisika merupakan pelajaran yang sulit karena fisika merupakan pelajaran yang memiliki banyak rumus. Kesulitan dalam mempelajari Fisika menunjukkan bahwa metakognisi peserta didik belum terkondisikan dengan baik. Solusinya harus ada perubahan dalam penyampaian informasi yang dapat meningkatkan pemahaman konsep dan metakognisi. Berkaitan dengan itu maka diperlukan pembahasan mengenai pengaruh Learning Cycle 5E berbasis kegiatan lab dan animasi terhadap metakognisi dan pemahaman konsep fluida statis. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui apakah metakognisi siswa yang belajar menggunakan pembelajaran Learning Cycle 5E berbasis Kegiatan Lab dan animasi lebih tinggi daripada siswa yang belajar secara konvensional dan (2) untuk mengetahui apakah pemahaman konsep Fluida Statis siswa yang belajar menggunakan pembelajaranLearning Cycle 5E berbasis Kegiatan Lab dan animasi lebih tinggi daripada siswa yang belajar secara konvensional. Penelitian ini menggunakan rancangan kuasi eksperimen tipe pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIA SMAN 1 Garum. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas X-MIA1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-MIA3 sebagai kelas kontrol yang dipilih denganteknik purposive sampling. Pemahaman konsep siswa diukur menggunakan instrumen berupa tes pilihan ganda. Instrumen tes terlebih dahulu diuji tingkat kesukaran daya beda validitas dan reliabilitas. Metakognisi diukur menggunakan angket Metacognitive Awarness Inventory. Peningkatan sekor diuji prasyarat menggunakan uji normalitas Kolmogrov Sminorv dan uji homogenitasFisher. Selanjutnya dilanjutkan uji hipotesis menggunakan t-test dengan taraf signifikansi 5%. Hasil analisis dengan uji t terhadap peningkatan sekor metakognisi adalah thitung 3.125 1.993 ttabel. Peningkatan sekor metakognisi kelas eksperimen 13.95 lebih tinggi daripada kelas kontrol dengan peningkatan sebesar 9.1 menunjukkan bahwa metakognisi siswa yang belajar menggunakan Learning Cycle 5E berbasis kegiatan lab dan animasi lebih tinggi daripada siswa yang belajar secara konvensional. Hasil analisis dengan uji t terhadap peningkatan sekorpemahaman konsep adalah thitung 9.696 1.993 ttabel.Peningkatan pemahaman konsep Fluida Statis kelas eksperimen sebesar 35.368 lebih tinggi dari kelas kontrol yang memiliki peningkatan sebesar 14.421 menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa yang belajar menggunakan Learning Cycle 5E berbasis kegiatan lab dan animasi lebih tinggi daripada siswa yang belajar secara konvensional.