Skripsi
Penerapan media permainan walking box pada pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jerman siswa kelas XI bahasa SMA Negeri 1 Lawang / Albertina Kurniawati
Abstrak
ABSTRAK Kurniawati Albertina. 2016. Penerapan Media Permainan Walking Box pada Pembelajaran Keterampilan Berbicara Jerman Siswa Kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Lawang. Skripsi Jurusan Sastra Jerman Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Rizman Usman M.Pd. Kata Kunci Berbicara Pembelajaran Media Salah satu keterampilan yang perlu dikuasai siswa dalam mempelajari bahasa Jerman di SMA adalah keterampilan berbicara. Namun kenyataannya keterampilan berbicara siswa masih rendah karena siswa masih memiliki kesulitan untuk berbicara. Rendahnya motivasi menyebabkan siswa tidak memiliki keberanian untuk berbicara. Salah satu usaha memotivasi siswa untuk berbicara adalah dengan pemberian stimulus dalam bentuk penggunaan media pembelajaran yakni media permainan Walking Box. Melalui media tersebut siswa termotivasi dan menjadi lebih berani untuk berbicara bahasa Jerman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media permainan Walking Box pada pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jerman siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Lawang serta untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan penerapan media permainan tersebut. Penelitian ini tergolong pada penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Lawang berjumlah 23 orang dan seorang guru bahasa Jerman. Data dalam penelitian ini diperoleh dari data hasil observasi data angket dan data wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan media permainan Walking Box berjalan berjalan sesuai dengan rancangan pembelajaran yang tertuang dalam RPP. Pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan karena siswa termotivasi untuk berbicara. Meskipun aspek efisiensi waktu belum tertata dengan baik namun penggunaan media permainan ini membuat suasana pembelajaran menjadi lebih efektif karena siswa semangat dan lebih aktif berbicara bahasa Jerman selama proses pembelajaran berlangsung.