Skripsi
Perbedaan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Arjasa Situbondo yang dibelajarkan menggunakan model learning cycle 3E dan model ekspositori pada bahan kajian bahan kimia dalam kehidupan / Ahmad Sofyan
Abstrak
ABSTRAK Sofyan Ahmad. 2016. Perbedaan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Arjasa Situbondo yang Dibelajarkan Menggunakan Model Learning Cycle 3E dan Model Ekspositori pada Bahan Kajian Bahan Kimia dalam Kehidupan. Skripsi Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Parlan M.Si. (II) Drs. M. Sodiq Ibnu M.Si. Kata kunci Learning Cycle 3E bahan ajar hasil belajar bahan kimia dalam kehidupan Penerapan Kurikulum 2013 dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas pendidikan dengan penguatan proses pembelajaran yang dilakukan melalui pendekatan ilmiah atau saintifik. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan untuk mendukung pelaksanaan Kurikulum 2013 adalah model Learning Cycle 3E yang berbasis konstruktivis. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan model Learning Cycle 3E memerlukan bahan penunjang yang berupa bahan ajar dengan menggunakan model pembelajaran yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan model Learning Cycle 3E berbantuan bahan ajar dan model ekspositori pada bahan kajian bahan kimia dalam kehidupan dan perbedaan hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan model Learning Cycle 3E berbantuan bahan ajar dan model ekspositori. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Quasy experimental dengan model post-test only control group design dan rancangan deskriptif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Arjasa Situbondo tahun ajaran 2015/2016 yang terdiri dari 5 kelas. Pemilihan kelas eksperimen dan kontrol dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Kelas VIII A terpilih sebagai kelas eksperimen dibelajarkan dengan model Learning Cycle 3E berbantuan bahan ajar dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol dibelajarkan dengan model ekspositori. Instrumen pengukuran berupa soal tes dan lembar observasi. Perbedaan hasil belajar kognitif siswa dianalisis secara statistik menggunakan uji-t dengan taraf signifikansi 0 05. Data keterlaksanaan pembelajaran hasil belajar afektif dan psikomotorik siswa disampaikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan proses pembelajaran model Learning Cycle 3E berbantuan bahan ajar sebesar 95 00% dan model ekspositori sebesar 94 20%. Hasil belajar kognitif siswa yang dibelajarkan menggunakan model Learning Cycle 3E berbantuan bahan ajar (rata-rata 80 00) lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan menggunakan model ekspositori (rata-rata 75 40). Rata-rata hasil belajar afektif siswa yang dibelajarkan menggunakan model Learning Cycle 3E berbantuan bahan ajar (80 07) lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan menggunakan model ekspositori (75 11). Rata-rata hasil belajar psikomotor siswa yang dibelajarkan menggunakan model Learning Cycle 3E berbantuan bahan ajar (86 00) lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan menggunakan model ekspositori (83 67).