Skripsi
Pengembangan media wayang sebagai alat peraga pembelajaran bahasa Mandarin dengan tema keluarga, profesi, dan hewan untuk siswa TK Kristen Aletheia Lumajang / Chrissanti Vina Dewi
Abstrak
ABSTRAK Dewi Chrissanti Vina. 2016. Pengembangan Media Wayang sebagai Alat Peraga Pembelajaran Bahasa Mandarin dengan Tema Keluarga Profesi dan Hewan untuk Siswa TK Kristen Aletheia Lumajang. Skripsi Jurusan Sastra Jerman Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Tiksno Widyatmoko M. A. Kata Kunci pengembangan media wayang bahasa Mandarin siswa TK. Bahasa Mandarin di TK Kristen Aletheia adalah bahasa asing kedua yang diajarkan selain bahasa Inggris. Kurangnya media pembelajaran bahasa Mandarin membuat siswa kurang berminat untuk belajar bahasa Mandarin. Oleh sebab itu tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah mengembangkan media pembelajaran berupa wayang sebagai alat peraga pembelajaran bahasa Mandarin. Media wayang yang dikembangkan meliputi tiga tema yaitu tema keluarga profesi dan hewan. Pengembangan media wayang pada penelitian ini menggunakan model pengembangan milik Sugiyono yang diadaptasi dari Borg and Gall. Menurut Sugiyono proses penelitian dan pengembangan memliki sepuluh tahap namun pada penelitian ini peneliti telah memodifikasi menjadi tujuh tahap yaitu (1) potensi dan masalah (2) pengumpulan data (3) desain produk (4)validasi desain (5) revisi desain (6) pembuatan produk (7) revisi produk. Data pada penelitian ini berasal dari wawancara dan angket yang diberikan pada ahli media dan ahli materi. Data-data tersebut dijelaskan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dan pengembangan media wayang ini adalah ahli media menilai media wayang yang telah dibuat oleh peneliti bagus dan menarik namun ada beberapa wayang yang harus diperbaiki yaitu wayang guru wayang hewan dan wayang kata. Penilaian ahli materi terhadap media wayang yang telah dibuat oleh peneliti adalah media wayang sesuai dengan materi dan tema pembelajaran. Selain itu ahli materi menyarankan agar peneliti juga menyertakan RKH (Rancangan Kegiatan Harian) agar guru pengajar bahasa Mandarin mengetahui bahwa materi yang divisualisasikan dalam media wayang tidak harus diselesaikan dalam waktu satu kali pertemuan. Berdasarkan penilaian ahli media dan ahli materi dapat disimpulkan bahwa media wayang yang dikembangkan oleh peneliti secara keseluruhan bagus menarik sesuai dengan materi sesuai dengan tema. Ahli media dan ahli materi menyatakan bahwa media wayang yang dikembangkan oleh peneliti valid dan layak digunakan sebagai media pembelajaran bahasa Mandarin siswa TK di TK Kristen Aletheia Lumajang. Peneliti berharap media wayang ini dapat menjadi dapat menjadi alat peraga alternatif pembelajaran bahasa Mandarin dan dapat meningkatkan minat siswa TK dalam belajar bahasa Mandarin.