Skripsi
A syntactic analysis of Singaporean English used in the movie I Not Stupid / Thio Budi Utomo
Abstrak
ABSTRAK Utomo T.B. 2016. A Syntactic Analysis of Singaporean English Used in the Movie I Not Stupid . Skripsi Jurusan Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Aulia Apriana S.S. M.Pd. (II) Prof. Drs. A. Effendi Kadarisman M.A. Ph.D. Kata kunci analisis sintaksis Singaporean English film I Not Stupid Singaporean English(Singlish) adalahsalah satu varian dialek Bahasa Inggris yang digunakan di Singapura. Seperti kutipan Platt (1982) bahwa di era pembentukan Inggris semua komponen masyarakat biasanya dari Inggris dan mereka menyebarkan Bahasa Inggris. Seiring berjalannya waktu Bahasa Inggris di Singapura diselipkan beberapa kata pinjaman dan struktur kalimat dari Bahasa Melayu dan Bahasa Mandarin dan terbentuklah Singaporean English. Seteleh perubahan tersebut Singaporean English digunakan oleh penduduk Singapura untuk bahasa sehari-hari.PenelitianinibertujuanuntukmenyajikananalisissintaksisdanmencaritahubagaimanafitursintaksismencirikanSingaporean English yang diukurterhadapStandard English. Penemuandaripenelitianinidiambiluntukmenunjukkan para pembacamacam-macamanalisissintaksis yang digunakanpada film atau program televise. Penelitianinijugadiambiluntukmenjelaskanbagaimanapenemuaninidiselidiki. Kemudian diharapkanpenelitianinibermanfaatuntukpemirsa film praktisisintaks danpenelitiselanjutnya.Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah Singaporean English pada film I Not Stupid karena pada film ini Singaporean English digunakan untuk percakapan.Kemudian film dansubtitlenyadiambildari internet. Skrip film dintranskripkanolehpeneliti. Instrumen utamanya adalah peneliti itu sendiri dan instrumen pendukungnya adalah komputer akses internet dan catatan. Hasilpenelitianinimenunjukkanbahwaada 5 polaSinglishtertentudaristruktursintaksisnya yang ditemukan. Diantaranyaadalahdiscourse particles (53 95%) copula and auxiliary deletion (21 05%) subject NP deletion (14 47%) question-tag regularization (5 26%) dansimplified alternative questions (5 26%). Singaporean English terutamamenggunakanklausa Bahasa Melayudanklausa Bahasa Mandarinsepertiah lah hor meh danlainnya. Copula and auxiliary deletion adalahmenghilangkanbentukbe (am is are were was) dalambeberapakondisiketika orang-orang Singapura berbicara. Ketikamerekaterlibatdalampercakapan orang-orang Singapura mungkinmenghilangkansubyek. Dalam question-tag regularization memunculkanis it ketikamengajukanpertanyaan. Polaterakhiradalahsimplified alternative questionsdimanamenyederhanakanpilihankeduadalampertanyaanmenjadinotdanmungkinbisasamadenganpertanyaanyaatautidak. Dari hasiltemuandandiskusi penelitimenyimpulkanbahwaSingaporean English bukanlahmerupakanpenyimpangan (variandialekdengankesalahan)karenamemilikiaturansendiriuntukmembentukkalimat. Jadi disarankanpadapemirsa film untukmemperhatikan Bahasa yang digunakansepanjang film yang dilihat. Diharapkanjugapadapraktisisintaksisuntukbelajarkeragaman Bahasa Inggris.Diharapkanjugadarihasilpenelitianiniuntukpenelitiselanjutnyasupayapenelitianiniakanmenginspirasimerekauntukmenyelidiki data yang lebihdanmenggunakansumber data yang lain.