Skripsi
Pengembangan e-kamus nama ilmiah tumbuhan obat-obatan berbasis web untuk memfasilitasi akses sumber belajar / Widayati
Abstrak
ABSTRAK Widayati. 2016. Pengembangan E-Kamus Nama Ilmiah Tumbuhan Obat-obatan Berbasis Web untuk Memfasilitasi Akses Sumber Belajar.Skripsi Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sulthoni M.Pd. (II) Dr. Henry Praherdhiono M.Pd. Kata Kunci Pengembangan e-kamus berbasis web akses sumber belajar. Di era perkembangan teknologi yang serba elektronik telah mempengaruhi penyajian cara akses informasi dari media cetak ke media elektronik salah satunya kamus.Pada saat ini penggunaan kamus elektronik telah banyak digunakan. Hal ini karena kamus elektronik dirasa lebih praktis dibanding kamus pada umumnya seperti buku. Kamus elektronik merupakan kamus yang didesain dengan pengolahan data secara komputerisasi dalam menyajikan informasi sehingga lebih efektif digunakan dalam pembelajaran karena efisien untuk dibawa kemanapun. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan di Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang mahasiswa mengeluh menggunakan sumber belajar berupa buku yang tebal.Penggunaan buku nama ilmiah tumbuhan yang tebal dan relatif mahal sebagai sumber belajar mereka dirasa kurang praktis dan efisien. Oleh karena itu mahasiswa membutuhkan media berbentuk kamus nama ilmiah tumbuhan yang dirasa cocok karena lebih cepat dan praktis yang disesuaikan dengan kultur dan kebiasaan mahasiswa yang cenderung menggunakan buku dan laptop. Pengembangan e-kamus nama ilmiah tumbuhan obat-obatanberbasis webdirasa cocok untuk mengatasi masalah tersebut. Agar pemanfaatane-kamus yang dikembangkan lebih interaktif dengan berbasis web sehingga jangkauan aksesnya tidak terbatasdengan di dukung koneksi internet. User tinggal mengetikkan alamat web yang sudah ditentukan pada browser yang dimiliki. Kemudian userdapat mencari denganmemasukkan kata yang diinginkan melalui kolom pencarian sehingga akses pencarian kata tidak lagi ditentukan oleh pengorganisasian kata secara alpabetis. Produk e-kamus nama ilmiah tumbuhan obat-obatan berbasis web yang dikembangkan memiliki kompatibilitas terhadap semua perangkat.Jadi lebih cepat dan praktis untuk memfasilitasi akses sumber belajar. Tujuan dari pengembangan ini untuk menghasilkan suatu produk e-kamus nama ilmiah tumbuhan obat-obatanberbasis webyang valid atau layak digunakan untuk memfasilitasi akses sumber belajar serta mampu mendukung kinerja mahasiswa mencari nama ilmiah tumbuhan obatdengan cepat dan praktis. Metode pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Davidson-Shivers Rasmunssen. Subjek penelitian dalam pengembangan ini adalah mahasiswa yang masih menempuh pendidikan di Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif digunakan untuk mengukur prosentase hasil pengumpulan data(instrumen ahli media ahli materi dan mahasiswa)dan data kualitatif berupa tanggapan dan saran dari ahli media dan ahli materi yang digunakan sebagai bahan untuk melakukan revisi produk setelah dilakukan pengolahan data. Hasil pengembangan e-kamus berbasis web telah divalidasi oleh seorang ahli media seorang ahli materi dan diujicoba implementasikan kepada 20 mahasiswa. Hasil validasi oleh ahli media diperoleh hasil persentase 80% di kategorikan valid ahli materi diperoleh hasil persentase 85% di kategorikan valid dan hasil uji coba implementasi pada mahasiswa diperolah hasil persentase 80 25% di kategorikan valid. Dapat disimpulkan bahwa e-kamus nama ilmiah tumbuhan obat-obatan berbasisweb yang dikembangkan termasuk dalam kriteria validdanlayakdigunakansebagai media untuk memfasilitasi akses sumber belajar. Agar produk yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam kegiatan pembelajaran saran/rekomendasi yang dapat dirumuskan sebagai berikut E-kamus berbasis web dapat digunakan untuk memfasilitasi akses sumber belajar dalam mendukung kinerja mahasiswa mencari dan menemukan nama ilmiah tanaman obat secara cepat dan praktis serta saran untuk diseminasi produk ke sasaran yang lebih luas dengan cara menyebarluaskan produk melalui promosi baik di tingkat sekolah maupun universitas seminar dan pameran media pembelajaran.