Skripsi
Pengembangan multimedia interaktif menulis sambung huruf hijaiyah untuk sekolah dasar / Dekika Alfiani
Abstrak
ABSTRAK Alfiani Dekika. 2016. Pengembangan Multimedia Interaktif Menulis Sambung Huruf Hijaiyah untuk Sekolah Dasar. Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Eka Pramono Adi S.IP M.Si (II) Dr. Henry Praherdhiono M.Pd Kata kunci Pengembangan Multimedia Interaktif Menulis Sambung Huruf Hijaiyah Media dapat diartikan sebagai suatu perantara atau penyampai pesan antara komunikator (penyampai pesan) dan komunikan (penerima pesan) yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Sedangkan media dalam konteks pendidikan adalah manusia materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan keterampilan atau sikap. Multimedia interaktif merupakan media pembelajaran yang menggunakan atau memanfaatkan perangkat komputer. Pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan menghasilkan produk multimedia interaktif Menulis Sambung Huruf Hijaiyah yang telah melalui proses validasi pada mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Negeri 2 Polehan Kota Malang. Multimedia interaktif ini mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari multimedia ini adalah (1) dapat digunakan secara klasikal maupun individu. (2) pengoperasian multimedia ini mudah dilakukan baik oleh guru maupun siswa. (3) adanya feedback langsung sehingga siswa tertarik untuk menggunakannya. (4) terdapat menu-menu berupa kegiatan yang menyenangkan bagi siswa yaitu Belajar Bermain dan Berlatih . (5) tampilan media disesuaikan dengan karakteristik siswa kelas II yaitu dengan penggunaan warna yang cerah karakter tokoh yang lucu dan gambar-gambar yang dapat membuat siswa tertarik untuk belajar. Sedangkan kekurangan media ini adalah terbatas pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan materi menulis sambung huruf hijaiyah saja. Model pengembangan multimedia interaktif ini mengadaptasi model pengembangan Lee dan Owens (2004). Penggunaan model ini didasari alasan bahwa pengembangan multimedia interaktif ini membutuhkan banyak analisis. Pada model ini terdapat beberapa analisis yaitu (1) analisis kebutuhan (2) analisis awal hingga akhir yang terdapat 9 analisis (3) desain (4) pengembangan (5) pelaksanaan (6) penilaian. Multimedia interaktif ini telah melalui perbaikan sebanyak dua kali pada ahli media sebelum dinyatakan valid dan diujicobakan pada siswa. Hasil pengembangan multimedia interaktif ini yaitu ahli media 92 5%. dinyatakan valid ahli materi 97 5 % dinyatakan valid dan hasil uji coba pada 30 siswa 98 67 % dinyatakan valid. Dengan demikian multimedia interaktif ini dapat dikatakan layak digunakan dalam proses pembelajaran. Saran yang diajukan kepada guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam adalah multimedia interaktif ini dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan untuk siswa yaitu memanfaatkan multimedia ini secara optimal untuk memahami materi. Kemudian untuk sekolah memberikan peluang guru dan siswa untuk lebih memanfaatkan fasilitas laboratorium komputer untuk pembelajaran menggunakan multimedia interaktif.