Skripsi
Pengaruh aktivitas fisik maksimal terhadap peningkatan jumlah leukosit pada tikus putih (Rattus Norvegius Wistar) / Arif Rudiawan
Abstrak
ABSTRAK Rudiawan Arif. 2016. Pengaruh Aktivitas Fisik Maksimal terhadap Peningkatan Jumlah Leukosit pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus Wistar). Skripsi Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Saichudin M.Kes. (II) Dra. Desiana Merawati M.S. Kata kunci aktivitas fisik maksimal leukosit sistem kekebalan tubuh. Aktivitasfisikmemilikiefekuntukmemperbaikifungsi organ tubuhsertameningkatkansistemkekebalantubuh. Sistem kekebalan tubuh akan menjadi baik jika dosis aktivitas fisik yang diberikan tepat. Namun jika dosis aktivitas fisik tidak tepat akan mengganggu proses homeostatis yang dapat menyebabkan stres fisik sehingga dapat memicu terjadinya ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas dengan antioksidan (stres oksidatif) dalam tubuh. Stres oksidatif ini dapat mengakibatkan terjadinya peningkatan jumlah leukosit yang dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh pada sirkulasi darah. Tujuan penelitian ini akan mengungkap pengaruh aktivitas fisik maksimal berupa renang terhadap peningkatan jumlah leukosit. Penelitian ini experimental laboratoriesdengan menggunakan rancangan penelitian random control groupposttest-only design satukelompok perlakuan aktivitasfisikberuparenangdengan intensitas maksimal yakni 80-100% dari waktu tercapainya exhausted dan satu kelompok kontrol sebagai pembanding yang tidak diberi perlakuan. Penelitian dilakukan 3 kali dalam seminggu selama 2 bulan (11 minggu). Sampel penelitian yang digunakan adalah tikus putih (rattus norvegicus wistar) sebanyak 10 ekor. Pengumpulan data berupa sampel darah dianalisis dengan menggunakan alat Cobas Microsuntuk mengetahui jumlah leukosit. Hasil laboratoriumjumlah leukosit dianalisis dengan menggunakan ujiShapiro-Wilk dengan taraf signifikansi 61537 0.01.Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi data jumlah leukosit adalah normal karena (p 0.01 dengan p 0.002) terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan (aktivitas fisik maksimal) dengan kelompok kontrol terhadap jumlah leukosit. Nilai rata-rata kelompok perlakuan lebih tinggi (13580 sel/mm )daripada kelompok kontrol (5980 sel/mm ). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa aktivitas fisik maksimal dapat meningkatkan jumlah leukositpada hewan coba yang menjadi indikator kerusakan sel sehingga dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh. 8195