Skripsi
Penggunaan diksi dan gaya bahasa dalam iklan bisnis / Silvi Tri Rohmaida
Abstrak
ABSTRAK Rohmaida Silvi Tri. 2016. Penggunaan Diksi dan Gaya Bahasa dalam Iklan Bisnis. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Sumadi M.Pd. (II) Dr. Titik Harsiati M.Pd. Kata kunci diksi gaya bahasa iklan bisnis Iklan bisnis merupakan salah satu bentuk komunikasi. Periklanan merupakan salah satu jenis teknik komunikasi massa dengan membayar ruangan atau waktu yang disediakan media massa untuk menyiarkan informasi tentang barang atau jasa yang ditawarkan oleh pembuat iklan. Diksi merupakan pemilihan kata yang dipergunakan untuk menyatakan kata-kata yang dipakai untuk mengungkapkan suatu ide atau gagasan tetapi juga meliputi persoalan fraseologi gaya bahasa dan ungkapan. Gaya bahasa adalah bahasa indah yang dipergunakan untuk meningkatkan efek dengan jalan memperkenalkan dan memperbandingkan suatu benda atau hal tertentu dengan benda atau hal lain yang lebih umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan diksi berdasarkan (1) ketepatan pilihan kata dan (2) kesesuaian pilihan kata serta penggunaan gaya bahasa berdasarkan (1) struktur kalimat dan (2) langsung tidaknya makna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan disusun dengan jenis penelitian analisis teks. Data penelitian ini berupa diksi dan gaya bahasa dalam iklan bisnis. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi. Analisis data yang dilakukan meliputi proses reduksi data yang meliputi identifikasi klasifikasi dan pengodean. Selanjutnya dilakukan penyajian data penarikan simpulan sementara dan pengecekan keabsahan temuan. Berdasarkan temuan penelitian diperoleh dua hasil penelitian. Pertama penggunaan diksi terbagi atas dua aspek yakni berdasarkan ketepatan pilihan kata dan kesesuaian pilihan kata. Berdasarkan ketepatan pilihan kata terdapat empat temuan yang mencakup pemakaian kata denotasi konotasi bersinonim dan indria sedangkan berdasarkan kesesuaian diksi terdapat tiga temuan yang meliputi pemakaian kata ilmiah populer dan slang dalam iklan bisnis. Kedua penggunaan gaya bahasa terbagi atas dua aspek yakni berdasarkan struktur kalimat dan langsung tidaknya makna. Berdasarkan struktur kalimat ditemukan satu gaya bahasa yaitu gaya bahasa repetisi sedangkan berdasarkan langsung tidaknya makna terbagi atas dua kategori yaitu gaya bahasa retoris dan gaya bahasa kiasan. Penggunaan gaya bahasa retoris ditemukan tujuh gaya bahasa yang meliputi aliterasi asonansi asindenton polisindenton pleonasme atau tautologi erotesis dan silepsis serta penggunaan gaya bahasa kiasan ditemukan empat gaya bahasa yang meliputi personifikasi alusi epitet dan sinekdoke. Berdasarkan hasil penelitian ini dikemukakan tiga saran. Pertama pembuat iklan yang juga sekaligus sebagai komunikator disarankan agar lebih kreatif lagi dalam mengolah kata-kata dalam iklan bisnis berdasarkan diksi dan gaya bahasanya sehingga tidak terjadi multitafsir saat masyarakat membaca iklan yang ada pada produk tertentu. Kedua masyarakat konsumen yang merupakan target dari iklan bisnis disarankan agar lebih objektif dalam memilih produk yang ditawarkan dan memahami makna yang terkandung dalam iklan bisnis tersebut sehingga tidak ada kesalahpahaman di kemudian hari. Ketiga perancang bahan ajar juga dapat memanfaatkan hasil temuan diksi dan gaya bahasa dalam iklan bisnis ini untuk digunakan pada kegiatan belajar di sebuah lembaga pendidikan