Skripsi
Studi tentang ragam motif batik Majapahit berbasis kearifan lokal pada neri batik tulis Kabupaten Mojokerto / Deby Ayu Kusuma
Abstrak
ABSTRAK Kusuma Deby Ayu. 2016.Studi tentang Ragam Motif Batik Majapahit berbasis Kearifan Lokal pada NEGI Batik Tulis Kabupaten Mojokerto. Skripsi Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I)Dra. Idah Hadijah M.Pd (II) Anik Dwiastuti S.T. M.T. Kata Kunci kearifan lokal batik produk berbasis kearifan lokal motif batik Majapahit karya NEGI. NEGI Batik Tulis Majapahit merupakan salah satu label produk batik tulis di Kabupaten Mojokerto. Batik motif Majapahit merupakan cermin dari warisan kearifan lokal yang ada. Fokus penelitian ini yakni mengkaji Ragam Motif Batik Majapahit sebagai Produk berbasis Kearifan Lokal pada NEGI Batik Tulis Kabupaten Mojokerto. Serta melihat dari berbagai perspektif kearifan lokal yang terkandung pada ragam motif batik produk NEGI Batik Tulis Majapahit terkait kearifan lokal Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan landasan teori tentang kearifan lokal dan penjelasan makna kearifan lokal menurut Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta ragam hias yang menjadi unsur motif batik Majapahit terkait dengan kearifan lokal Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan mendeskriptifkan motif batik NEGI berbasis kearifan lokal Kabupaten Mojokerto.Teknik pengumpulan data yakniFocus Group Discussion observasi dan wawancara.Hasil dari FGD digunakan sebagai batasan masalah objek penelitian serta pedoman analisis reduksi data lapangan. Subjek penelitian ini adalah delapan belas motif batik karya NEGI yang sudah didaftarkan di Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur.Hasil FGD batik berbasis kearifan lokal ada enam syarat yakni bermuatan (1) ragam kearifan lokal Mojokerto (2) kriteria Majapahit (3) dasar konsep dan inspirasi (4) ragam hias dengan unsur Majapahit (5) tidak memiliki pakem dan (6) penamaan batik harus ada unsur Majapahit. Hasil penelitian menunjukkan ada empat ragam kearifan lokal Majapahit yang menjadi dasar konsep NEGI yakni lambang Surya Majapahit candi buah Maja dan cerita sejarah. Enam dari delapan belas motif batik yang memenuhi syarat produk batik berbasis kearifan lokal yaitu batik Surya Majapahit Mojokerto batik Prahu LayarMajapahit batik Buah Mojo Pahit batik Mojo Pupus batik Parang Mojo batik Godong Pupus Mojo dan batik Wader Segaran Majapahit. Sebelas motif batik karya NEGI yang kurang memenuhi syarat produk berbasis kearifan lokal pada penamaan antaralain batik Candi Bajang Ratu Mojokerto batik Candi Brahu Mojokerto batik Surya Kahuripan batik Bajang Ratu batik Surya Kehidupan batik Rosan Selo batik Gajah Mada batik Kapal Layar batik Wader Segaran batik Surya Tabur Kedele dan ada satu batik motif Majapahit karya NEGI yang tidak memenuhi unsur sebagai produk batik berbasis kearifan lokal yaitu batik Telo Senggreng sebab tidak memenuhi syarat untuk disebut batik Majapahit dan tidak ada muatan Majapahit pada batiknya.