UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Tahap perkembangan kognisi moral siswa kelas VIII SMP Wahidiyah Kepanjen menurut teori Kohlberg / Marsufi Ani Rahayu

Rahayu, Marsufi Ani - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Rahayu Marsufi Ani. 2016. Tahap Perkembangan Kognisi Moral Siswa Kelas VIII SMP Wahidiyah Kepanjen Menurut Teori Kohlberg. Skripsi. Prodi Sl Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan. Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Margono M.Pd M.Si (2) Dr. Sri Untari M.Si Kata Kunci Moral Tahap perkembangan Faktor penyebab Upaya meningkatkan SMP Wahidiyah Kepanjen merupakan salah satu Sekolah Islam Terpadu yang menerapkan pola terpadu antara pendidikan umum dengan pendidikan Islam dengan tujuan untuk menjadikan siswa sebagai insan yang berakhlakul karimah berprestasi yang sekaligus terampil serta siap menjadi pejuang Fafirru Ilallah wa Rasulihi S.A.W. Berkaitan dengan alasan pernyataan tersebut maka peneliti melakukan penelitian mengenai taharp perkembangan moral siswa SMP Wahidiyah Kepanjen. Moral merupakan kaidah norma dan pranata yang mengatur perilaku individu dalam hubungannya dengan kelompok sosial dan masyarakat. Pada dasarnya moral adalah ajaran tentang hal baik dan buruk. Setiap individu memiliki potensi moral yang siap untuk dikembangkan melalui berbagai pengalaman sosial yang dialami. Lawrence Kohlberg menjelaskan bahwa setiap individu memiliki kemampuan untuk berfikir dalarn memutuskan suatu masalah sosial-moral yang disebut dengan penalaran moral. Dalam perkembangannya kognisi moral bergerak malalui struktur tingkatan tahapan. Tahapan tersebut memiliki struktur yang bersifat sistematis dimana struktur tersebut tidak dapat diloncati oleh beberapa tahap yang ada di atasnya. Tahapan kognisi moral memiliki perkembangan yang sama dan bersifat universal bagi setiap kebudayaan. Penelitian ini bertujuan untuk (l) mengetahui tahap perkembangan kognisi moral siswa kelas VIII SMP Wahidiyah Kepanjen (2) menjelaskan faktor-faktor penyebab perkembangan kognisi moral siswa kelas VIII SMP Wahidiyah Kepanjen (3) menjelaskan upaya SMP Wahidiyah Kepanjen dalam meningkatkan perkembangan moral siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Kehadiran peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai pengamat partisipan. Teknik pengurmpulan data yang dilakukan adalah melalui dokumentasi wawancara dan observasi. Peneliti melakukan wawancara terhadap tujuh siswa kelas VIII SMP Wahidiyah Kepanjen dengan memberikan lima cerita dilema moral untuk mengetahui penalaran moral yang diberikan siswa. Peneliti juga melakukan wawancara kepada Waka kesiswaan Waka kurikulum dan guru mata pelajaran Pendidikan Wahidiyah untuk mengetahui faktor penyebab perkembangan moral siswa serta upaya-upaya yang dilakukan untuk meningkatkan perkembangan moral siswa tersebut. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut (l) reduksi data (2) penyajian data dan (3) verifikasi data. Untuk menjaga keabsahan data peneliti melakukan kegiatan triangulasi data. Prosedur yang dilakukan dalarn penelitian dimulai dari tahap persiapan tahap pelaksanaan hingga tahap penyelesaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertama terdapat satu siswa dari tujuh siswa kelas VIII SMP Wahidiyah Kepanjen yang perkembangan moralnya berada pada tahap kedua yaitu tentang orientasi instrumen. Selanjutnya keenam siswa berada pada tahap ketiga tentang orientasi menjadi anak baik . Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa tahapan yang dominan pada perkembangan moral siswa kelas VIII SMP Wahidiyah Kepanjen adalah tahap ketiga tentang orientasi menjadi anak baik . Kedua faktor-faktor yang menyebabkan perkembangan moral siswa adalah (a) kesempatan pengambilan peran (b) faktor internal (dari dalam) yang berupa tingkat emosional yang dimiliki setiap individu dan (c) faktor eksternal (dari luar) yang berupa peran orang tua teman sebaya lingkungan sekolah lingkungan pondok pesantren dan lingkungan masyarakat sekitar. Ketiga upaya yang dilakukan dalam meningkatkan perkembangan moral siswa adalah (a) memberikan motivasi kepada siswa secara langsung baik di dalam kelas mauprm di luarkelas (b) melakukan koordinasi dengan wali murid (c) membiasakan sikap disiplin dan (d) memberikan sistem pengajaran tentang akhlak bagi siswa yang berada di lingkungan pondok. Berdasarkan hasil penelitian tersebut peneliti memberikan beberapa saran sebagai berikut (a) seharusnya siswa lebih menyadari tanggung jawab yang harus dilakukan (b) seharusnya orang tua lebih memperhatikan perkembangan moral anak (c) sekolah sebaiknya meningkatkan kegiatan koordinasi dengan wali murid dalam melakukan pengawasan terhadap perkembangan moral siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah.


Informasi Detail
DDC
Rs 370.114 RAH t
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 2016.
Deskripsi Fisik
viii, 102 lembar : il. , tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
02704/KI/16
Edisi
Skripsi (Sarjana). Universitas Negeri Malang, 2016
Subjek
1. PENDIDIKAN KARAKTER
2. MORAL EDUCATION

Pembimbing
1. Margono ; 2. Sri Untari
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik