Skripsi
Penerapan kolaborasi model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan guided inquiry untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa (studi pada KD menjelaskan cara membuat surat dinas kelas X APK 1 SMK PGRI 2 Malang) / Ludfi Hardekawati Kusuma Wardani
Abstrak
ABSTRAK Wardani Ludfi Hardekawati Kusuma 2016. Penerapan Kolaborasi Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Dan Guided Inquiry Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa (Studi Pada Kompetensi Dasar Cara Membuat Surat Dinas Kelas X Apk1 SMK PGRI 2 Malang. Skripsi Jurusan Manajemen Program Studi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Pembimbing (1) Dr. Heny Kusdiyanti S.Pd M.M (2) Drs. H. Mohammad Arief M.Si. Kata Kunci Problem Based Learning Guided Inquiry Aktivitas siswa Hasil belajar Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti diperoleh gambaran bahwa model pembelajaran ceramah masih dominan digunakan di kelas Penerapan Kurikulum 2013 belum terlaksana secara maksimal serta masih banyak siswa yang hasil belajarnya pada mata pelajaran Korespondensi belum memenuhi Kriteria ketuntasan minimal. Untuk mengatasi hal ini peneliti menerapkan variasi dalam proses belajar mengajar yang dapat meningkatkan aktivitas positif siswa yaitu dengan penerapan model Pembelajaran Problem Based Learning dan Guided Inquiry . Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus melalui pendekatan kualitatif. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X APK 1 SMK PGRI 2 Malang dengan jumlah siswa adalah 35 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi tes dan catatan lapangan sedangkan analisis data dilakukan dengan mereduksi data penyajian data penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Guided Inquiry dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan adanya hasil penelitian bahwa aktivitas siswa pada siklus I 71 91% mengalami peningkatan sebanyak 15 09% menjadi 87% pada siklus II dengan kategori baik. Hasil belajar siswa aspek kognitif siklus I 68 5% meningkat sebesar 25 7% menjadi 94 2% pada siklus II. Hasil belajar siswa pada aspek afektif mengalami kenaikan sebesar 20 2% dari rata-rata siklus I 67% menjadi 87 2% pada siklus II. Hasil belajar aspek psikomotorik juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan sebesar 25 64% dari 60 16% pada siklus I menjadi 85 8% pada siklus II. Saran yang disampaikan peneliti adalah Bagi guru mata pelajaran Korespondensi diharapkan dalam proses pembelajaran di kelas dapat menerapkan model Pembelajaran Problem Based Learning dan Guided Inquiry untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa Bagi sekolah pembelajaran Problem Based Learning dan Guided Inquiry bisa digunakan sebagai salah satu referensi untuk mata pelajaran lain untuk siswa diharapkan dapat lebih ikut berperan aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran.