Tesis
Perencanaan dan pengembangan kurikulum pada kulliyatul mu\'allimien al-Islamiyah (studi multisitus di Pondok Pesantren Al-Barokah Nganjuk dan Darussalam Gontor Putri 5 Kediri) / Nur Widia Wardani
Abstrak
ABSTRAK Wardani Nur Widia. 2016. Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum pada Kulliyatul Mu allimien Al-Islamiyah (Studi Multi Situs di Pondok Pesantren Modern Al-Barokah Nganjuk dan Darussalam Gontor Putri 5 Kediri). Tesis Program Studi Manajemen Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Hj. Maisyaroh M. Pd. Pembimbing (II) Prof. Dr. Ali Imron M. Pd M. Si. Kata kunci perencanaan pengembangan kurikulum Kulliyatul Mu allimien Al-Islamiyah pondok pesantren. Pondok pesantren saat ini bertransformasi dalam pembaharuan pendidikan untuk menghasilkan sumber daya yang siap bersaing di era kompetisi global. Sistem pendidikan pada lembaga Kulliyatul Mu allimien Al-Islamiyah (KMI) di pondok pesantren merupakan kurikulum yang pertama kali diterapkan di Indonesia oleh pondok pesantren Darussalam Gontor. KMI merupakan lembaga yang menangani pendidikan tingkat menengah jenjang SMP dan SMA yang ditempuh dengan percepatan pendidikan selama empat tahun bagi kelas intensif dan enam tahun bagi kelas reguler. Fokus penelitian (1) perencanaan pengembangan kurikulum pada Kulliyatul Mu allimien Al-Islamiyah (2) proses pengembangan kurikulum pada Kulliyatul Mu allimien Al-Islamiyah (3) faktor pendukung dan penghambat dalam perencanaan pengembangan kurikulum pada Kulliyatul Mu allimien Al-Islamiyah (4) strategi mengatasi faktor penghambat perencanaan pengembangan kurikulum pada Kulliyatul Mu allimien Al-Islamiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendeskripsikan tentang perencanaan pengembangan kurikulum pada Kulliyatul Mu allimien Al-Islamiyah (KMI). Rancangan penelitian yang digunakan adalah studi multi situs yang berarti menggabungkan beberapa situs subyek latar dan tempat kejadian yang berlainan yaitu pondok pesantren Al-Barokah dan pondok pesantren Darussalam Gontor Putri 5. Instrumen kunci adalah adalah peneliti sendiri dengan sumber penelitian yaitu pimpinan pondok pesantren tim pengembang kurikulum guru dan santri. Data diperoleh melalui observasi wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis selama dan setelah pengumpulan data kemudian diklasifikasikan disaring dan menarik kesimpulan. Keabsahan data yang telah dianalisis menggunakan kriteria kredibilitas data dengan triangulasi sumber data. Kesimpulan penelitian meliputi (1) perencanaan pengembangan kurikulum pada KMI Pertama komponen kurikulum pada KMI meliputi materi pendidikan ke-Islaman dan ilmu pengetahuan umum. Kedua program pendidikan terdiri dari reguler dan intensif. Ketiga kegiatan berupa intra-kurikuler ko-kurikuler ekstra-kurikuler dan bimbingan penyuluhan. (2) proses pengembangan kurikulum pada KMI Pertama materi pendidikan mengacu pada keimanan. Kedua peningkatan kesadaran dan pengembangan nilai moralitas. Ketiga sistem pengelolaan berbasis pesantren dengan prinsip Trilogi Pendidikan. Keempat pembentukan karakter meliputi micro teaching. Kelima pelatihan bidang manajemen kewirausahaan dan pengembangan SDM. Keenam evaluasi mengarah pada karir guru dan pembenahan kurikulum. Ketujuh program pendidikan meliputi intra-kurikuler ko-kurikuler ekstra-kurikuler dan bimbingan penyuluhan. (3) faktor pendukung dan penghambat dalam perencanaan pengembangan kurikulum pada KMI Pertama faktor pendukung antara lain (a) kompetensi guru dan santri (b) adanya Organisasi Pelajar Pondok Pesantren (OPPP) (c) peran orangtua/wali santri (d) peran masyarakat (e) adanya praktik micro teaching (f) program kunjungan ke pondok pusat untuk menambah wawasan santri. Kedua faktor penghambat antara lain (a) program yang belum tercapai sarana yang belum memadai dan dana. (4) strategi mengatasi faktor penghambat perencanaan pengembangan kurikulum pada KMI Pertama menyusun agenda pertemuan untuk evaluasi. Kedua evaluasi secara menyeluruh terkait proses belajar mengajar dan jalannya program pendidikan yang dikembangkan. Ketiga membentuk kaderisasi untuk mengetahui pengembangan karir guru. Keempat penerapan metode diskusi dan penugasan dalam mengajar. Kelima menyesuaikan kebutuhan belajar sanri melalui micro teaching. Keenam segala aktivitas pondok ditujukan pada character building. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan bagi (1) pimpinan dan tim pengembang kurikulum dalam mengatasi faktor penghambat dalam perencanaan pengembangan kurikulum pada KMI lebih meningkatkan strategi-strategi terkait dengan pengembangan program pendidikan untuk menentukan outcome untuk memberdayakan sumber daya pondok pesantren (2) guru sebagai fasilitator dalam penyelenggaraan pendidikan merupakan salah satu faktor pendukung lebih meningkatkan pengembanganmetode mengajar dan keterampilan (3) peneliti lanjutan dapat melanjutkan penelitian sejenis dengan fokus penelitian berbeda terkait perencanaan pengembangan kurikulum pada KMI di pondok pesantren (4) pengembang ilmu Manajemen Pendidikan dapat mengkaji lebih mendalam terkait konsep kurikulum pondok pesantren untuk memberikan inspirasi dan pengetahuan baru.