Skripsi
Pengaruh penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFAE) terhadap hasil belajar dan motivasi siswa kelas X MIA SMA Negeri 10 Malang pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit / Klaudia E.N. Bambut
Abstrak
ABSTRAK Bambut Klaudia E.N. 2016.Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFAE) Terhadap HasilBelajar dan Motivasi Siswa Kelas X MIA SMA Negeri 10 Malang pada Materi Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit. Skripsi Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Hj. Endang Budiasih M.Si (2) Drs. H. Parlan M.Si Kata kunci Student Facilitator and Explaining (SFAE) ekspositori hasil belajar motivasi belajar. Hasil wawancara dan observasi yang dilakukan di salah satu sekolah di kota Malang menunjukkan bahwa proses pembelajaran kimia masih cenderung menggunakan pendekatan teacher center learning dan hanya berpegang pada buku teks atau diktat sehingga menyebabkan pemahaman siswa terhadap materi dan motivasinya untuk mempelajari kimia menjadi rendah.Oleh karena itu perlu di terapkan suatu model pembelajaran dengan pendekatan student center learningdan lebih komunikatif dengan siswa yaitu model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFAE). Model pembelajaran SFAE menekankan pada peran siswa sebagai fasilitatordalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh dari penerapan model pembelajaran SFAEterhadap hasil belajar dan motivasi siswa serta keterlaksanaan dari model pembelajaran SFAEtersebut. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu posttest-only control group design.Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIA SMA Negeri 10 Malang yang selanjutnya dengan teknik cluster random sampling diperoleh kelas X-MIA B2 sebagai kelas eksperimen yang dibelajarkan dengan model SFAE dan kelas X-MIA F2 sebagai kelas kontrolyang dibelajarkan dengan model pembelajaran ekspositori. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi instrumen perlakuan yaitu silabus RPP LKS dan instrumen pengukuran yaitu lembar observasi pembelajaran tes hasil belajar dan angket motivasi belajar.Data yang diperoleh selanjutnya di deskripsikan dan diolah secara statistikuntuk menganalisis keterlaksanaan pembelajaran motivasi belajar siswa dan menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keterlaksanaan model pembelajaranSFAE pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit sebesar 85 63% dengan kategori baik (2) ada perbedaan hasil belajar kognitif materi larutan elektrolit dan non elektrolit antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran SFAEdan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Ekspositori. Rata-rata nilai hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran SFAE (X 773 78 12) lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Ekspositori (X 773 72 20) (3) rata-ratamotivasi belajar siswa pada kelas yang dibelajarkan dengan model pembelajaran SFAEdan kelas yang dibelajarkan dengan model pembelajaran ekspositori masing-masing adalah 81 96 dan 74 14.