Skripsi
Developing narrative silent animation to teach speaking to the eighth graders of junior high school / Sabila Nahari
Abstrak
ABSTRAK Nahari Sabila. 2016. Developing Narrative Silent Animation to Teach Speaking for Eighth Graders of Junior High School. Thesis English Department Faculty of Letters State University of Malang. Pembimbing (1) Dr. Johannes AnantaPrayogo M.Pd M.Ed. (2) Prof. Drs. BambangYudiCahyono. M.Pd M.A. Ph.D Kata kunci aktifitasberbicara Narrative Silent Animation Dalam studi ini peneliti menciptakan media pembelajaran berbicara untuk siswa kelas delapan. Media tersebutdikemasdalam bentuk aplikasi komputer. Sebagaimana dinyatakan dalam Smaldino (2011) bahwa peran guru dan siswa yang berubah karena pengaruh teknologi di dalam kelas. Guru dan buku pelajaran tidak lagi menjadi sumber semua informasi. Nama media applikasi yang dikembangkan oleh peneliti adalah NISAN (Narrative Silent Animation). Media ini ditujukan untukmeningkatkanketertarikansiswa dan rasa percaya diri mereka untuk belajar berbicara bahasa Inggris.Materi ini dipilih berdasarkan kompetensi dasar 3.14dan 4.18kelasdelapan SMP yang tercantum dalam kurikulum silabus tahun 2013 Penelitian ini menggunakan desainpenelitian dan pengembangan yang diadaptasi dari Borg dan Gall (1983). Penelitianini terdiri dari tujuh tahap yaitu(1) penelitiandanpengumpulan informasi (2) pengembangan bentuk utama dari produk (3)validasi (4) revisi produk (5) ujicoba (6) revisi kedua dan (7) produk akhir. Instrumen yang digunakan saatpengumpulaninformasi yaitu kuesionerdanpanduan wawancara. Kedua data tersebutdideskripsikandengancarakualitatif. Data yang dikumpulkan dari tahap penelitian dan mengumpulkan informasi yang digunakan sebagai dasar pertimbangan pengembangan media. Proses validasi menggunakan kuesioner sebagai pedoman untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan dari media. Hasil kuesioner digunakan untuk merevisi produk sebelum pelaksanaanujicoba. Ujicobaproduk dilakukan untuk subjek kelas VIII E SMP BSS Malang. Ada 20 siswa di setiap kelas tetapi peneliti hanya mengambil delapan siswa sebagai wakil. Karenaketerbatasanwaktudanbiaya.Siswa diminta untuk menggunakan aplikasi inisebagai media pembelajaran. Instrumen yang digunakan selama try-out yaitu kuesioner siswa angket guru dan rubrik penilaian. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa siswa tertarik dengan media pembelajaran dan mereka menyatakan bahwa aplikasi tersebutdapatmembantu mereka untuk berlatih berbicarabahasa Inggris. .