Skripsi
Pengembangan augmented reality video pada modul pembelajaran magnet untuk siswa kelas 5 SDN Lowokwaru III Malang / Hidayat Saifullah
Abstrak
ABSTRAK Saifullah Hidayat.2016. Pengembangan Augmented Reality Video pada Modul Pembelajaran Magnet untuk Siswa Kelas 5 SDN Lowokwaru III Malang. Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Agus Wedi M.Pd. (II) Yerry Soepriyanto S.T. M.T. Kata kunci Pengembangan Augmented Reality Video Magnet Seiring berkembangnya teknologi maka kita juga harus berinovasi untuk memanfaatkan kemajuan tersebut. Augmented Reality merupakan salah satu inovasi yang bisa digunakan untuk alat pembelajaran dan digunakan dengan bantuan smartphone. Pemanfaatan teknologi Augmented Reality dalam bidang pendidikan menawarkan pengalaman belajar yang baru dan menarik karena obyek virtual yang dihadirkan oleh Augmented Reality mampu berinteraksi secara langsung dengan pengguna sehingga pengguna dalam belajar menjadi lebih terlibat dan tertarik daripada belajar secara konvensional. Tujuan dari pengembangan ini untuk menghasilkan produk Augmented Reality video pada modul pembelajaran magnet untuk siswa kelas 5 SD yang valid dan layak digunakan. Model pengembangan multimedia interaktif ini mengadaptasi model pengembangan Lee dan Owens (2004). Penggunaan model ini didasari alasan bahwa model pengembangan ini memiliki langkah yang lengkap. Pada model ini terdapat beberapa analisis yaitu (1) analisis kebutuhan (2) analisis awal hingga akhir yang terdapat 10 analisis (3) desain (4) pengembangan (5) pelaksanaan (6) penilaian. Hasil pengembangan media ini telah diuji cobakan dengan hasil ahli media 92 5% dinyatakan valid ahli materi 88 75% dinyatakan valid dan hasil uji coba pada 28 siswa 95 36% dinyatakan valid. Dengan demikian media augmented reality video pada modul pembelajaran magnet untuk siswa kelas 5 SD ini layak digunakan dalam proses pembelajaran. Setelah dilakukan validasi kemudian muncul aspek yang harus dilakukan revisi yaitu suara narator ketika penjelasan video kurang jelas terdengar jika tidak menggunakan headset. Langkah revisi yang dilakukan yaitu menambah volume suara agar mudah terdengar. Disarankan untuk pengembang selanjutnya bisa mengembangkan media augmented reality video ini lebih baik lagi dalam aspek video dan audio agar tujuan pembelajaran yang diinginkan bisa tercapai.