Tesis
Pengembangan modul keanekaragaman hayati dan virus berbasis model inkuiri terbimbing untuk siswa kelas X MAN 1 Malang / Samsul Bahri
Abstrak
ABSTRAK Bahri Samsul. 2016. Pengembangan Modul Keanekaragaman Hayati dan Virus Berbasis Model Inkuiri Terbimbing untuk Siswa Kelas X MAN 1 Malang. Tesis Jurusan Pendidikan Biologi Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Istamar Syamsuri M.Pd (II) Dr. Susriyati Mahanal M.Pd Kata kunci Modul Inkuiri Terbimbing Keanekaragaman Hayati Virus Bahan ajar berupa modul memegang peran penting dalam sebuah proses pembelajaran dimana modul merupakan alat atau sarana pembelajaran mandiriyang berisikan materi metode dan cara mengevaluasi yang dirancang secara sistematis dan menarik untuk membantu siswa mencapai kompetnsi belajar.Salah satu upaya mencapai kompetensi belajar ialah melalui kegiatan pengajaran terhadap siswa di sekolah MAN 1 Malang dengan menggunakan bahan ajar berupa modul berbasis model inkuiri terbimbing pada materi keanekaragaman hayati dan virus. Hasil wawancara dengan guru matapelajaran biologi di sekolah MAN 1 Malang pada dasarnya guru belum pernah mengembangkan atau menggunakan bahan ajar berupa modul dalam kegiatan pembelajaran dikelas. Adapun bahan ajar yang digunakan berupa buku teks yang sudah tersedia di perpustakan sekolah maupun buku teks dari penerbit. Bahan ajar lain yang digunakan adalah lembar kerja siswa (LKS) dimana LKS yang digunakan merupakan dari penerbit bukan disusun sendiri oleh guru. Sehingga perlu dikembangkan bahan ajar berupa modul keanekaragaman hayati dan virus berbasis model inkuiri terbimbing untuk siswa kelas X MAN 1 Malang. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengehasilkan bahan ajar berupa modul keanekaragaman hayati dan virus berbasisi model inkuiri terbimbing yang layak dan tervalidasi oleh ahli materi ahli modul dan ahli pendidikan di lapangan dan (2) mengetahui tingkat keefektifan modul keanekaragaman hayati dan virus berbasis model inkuiri terbimbing untuk kelas X MAN 1 Malang. Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan dengan menggunakan model pengembangan 4D (four D model) yang dikembangkan oleh Thiagarajan (1974) terdiri dari empat tahapan pengembangan yaitu define (pendefinisian) design (perancangan) develop (pengembangan)dan disseminate (penyebaran). Pada penelitian ini hanya dilakukan sampai pada tahap develop dengan melakukan uji coba produk modul secara terbatas pada siswa kelas XI MIA MAN 1 Malang. Hasil validasi modul dari ahli materi menyatakan tingkat kelayakan dengan persentase 90 38% ahli modul 87 5% ahli pendidikan di lapangan 90 32% dan uji coba terbatas 79 16%. Dapat disimbulkan bahwa bahan ajar berupa modul yang dikembangkan dapat diterapkan pada pembelajaran keanekaragaman hayati dan virus tingkat SMA/MA. 8195