Skripsi
Pengaruh pemanfaatan media video pembelajaran terhadap kemampuan menceritakan kembali peserta didik tunarungu kelas VII di SMPLB/B YPTB Malang / Ruri Tri Maulidiah
Abstrak
ABSTRAK Maulidiah Ruri Tri. 2016. Pengaruh Pemanfaatan Media Video Pembelajaran Terhadap Kemampuan Menceritakan Kembali Peserta Didik Tunarungu Kelas VII Di SMPLB/B YPTB Malang. Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Sudarsini M.Pd. (II) Henry Praherdiono S.Si. M.Pd. Kata kunci tunarungu media video pembelajaran kemampuan menceritakan kembali. Tunarungu adalah peserta didik dengan hambatan pendengaran dan biasanya diikuti hambatan dalam berbicara akibat dari tidak berfungsinya organ dengarnya sehingga membutuhkan pelayanan pendidikan khusus dalam pembelajarannya. Oleh karena itu media pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran peserta didik tunarungu untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan lebih khususnya kemampuan menceritakan kembali yaitu dengan memanfaatkan media video pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menceritakan kembali peserta didik tunarungu kelas VII di SMPLB/B YPTB Malang sebelum dan setelah memanfaatkan media video pembelajaran serta untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan media video pembelajaran terhadap kemampuan menceritakan kembali peserta didik tunarungu kelas VII di SMPLB/B YPTB Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen menggunakan desain Quasi Experiment atau eksperimen semu dengan model satu kelompok Pretest-Posttest (One Group-Pretest-Posttest Design). Instrumen yang digunakan berupa tes. Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi melakukan pre-test dan post-test. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Berdasarkan hasil dari analisis data diperoleh sebelum menggunakan media video pembelajaran kemampuan menceritakan kembali peserta didik dengan hasil rata-rata nilai pre-test sebesar 49 8. Setelah memanfaatkan media video pembelajaran terjadi peningkatan kemampuan menceritakan kembali daripada sebelum memanfaatkan media video pembelajaran dengan hasil rata-rata nilai post-test sebesar 82 8. Kesimpulan dari penelitian sebelum memanfaatkan media video pembelajaran kemampuan menceritakan kembali peserta didik tunarungu banyak terjadi kesalahan pada penyusunan kalimat dan pengucapannya. Setelah memanfaatkan media video pembelajaran kemampuan menceritakan kembali peserta didik tunarungu menjadi lebih meningkat baik dalam penyusunan kalimat maupun pengucapannya yang sudah tepat. Saran yang diberikan oleh peneliti adalah agar dapat mengembangkan penelitian lanjutan yang membahas kemampuan menceritakan kembali peserta didik tunarungu melalui pemanfaatan media video pembelajaran.