Skripsi
Identifikasi miskonsepsi siswa kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Pasuruan pada topik konservasi materi menggunakan tes diagnostik pilihan ganda dua tingkat / Ade Sakina
Abstrak
ABSTRAK Sakina Ade. 2016. Identifikasi Miskonsepsi Siswa Kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Pasuruan pada Topik Konservasi Materi Menggunakan Tes Diagnostik Pilihan Ganda Dua Tingkat.Skripsi Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Prayitno M. Pd. (II) Dr. Sc. Anugrah Ricky Wijaya M. Sc. Kata Kunci miskonsepsi konservasi materi tes diagnostik pilihan ganda dua tingkat Ilmu kimia bersifat abstrak dan membutuhkan kemampuan mengaitkan aspek makroskopis submikroskopis dan simbolis dalam mempelajarinya. Karakteristik kimia tersebut menyebabkan siswa mengalami kesulitan dan bahkan miskonsepsi. Miskonsepsi yang ditemukan zmen dan Ayas (2003) di Turki menunjukkan bahwa massa zat hasil reaksi yang berupa endapan lebih besar daripada massa zat sebelum reaksi yang berupa cairan. Lebih lanjut Stavy (1990) di Israel menemukan miskonsepsi bahwa massa materi berwujud padat lebih besar daripada berwujud cair ataupun gas.Hasilobservasi singkat peneliti di dua SMA Negeri Kabupaten Pasuruanmenunjukkan sebanyak 61% siswa menganggap massa zat hasil reaksi yang berupa endapan lebih besar daripada massa zat sebelum reaksi yang berupa cairan. Hasil temuan tersebut menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari konservasi materi. Dari uraian di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang bertujuan untuk (1) Menemukan miskonsepsi siswa kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Pasuruan pada topik konservasi materi yang melibatkan reaksi kimia dalam sistem tertutup dan terbuka (2) Menemukan miskonsepsi siswa kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Pasuruan dalam memecahkan soal tipe partikulat pada topik konservasi materi dan (3) Menemukan miskonsepsi siswa kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Pasuruan pada topik konservasi materi yang melibatkan perubahan wujud zat dalam sistem tertutup dan terbuka. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan kepada 240 siswa kelas XI di enam SMA Negeri Kabupaten Pasuruan tahun ajaran 2015/2016. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes diagnostik pilihan ganda dua tingkatdengan reliabilitas sebesar 0 75. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 26 macam miskonsepsi siswa tentang konservasi materi. Miskonsepsi dengan persentase terbesar adalah sebagai berikut (1) sebesar 49% siswa menganggap bahwa massa zat hasil reaksi yang berupa endapan lebih besar daripada massa zat sebelum reaksi yang berupa cairan (2)sebesar 56% siswa tidak memperhatikan zat sisa hasil reaksidalam konteks konservasi materi dalam reaksi kimia dan (3) sebesar 56% siswa menganggap bahwa massa total setelah seluruh es mencair lebih besar daripada massa total semula.