Skripsi
Pengembangan perangkat pembelajaran kimia dengan model pembelajaran learning cycle se-TPS pada materi pokok reaksi redoks untuk peserta didik SMA/MA kelas X / Niken Yustika
Abstrak
ABSTRAK Yustika Niken. 2016. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Kimia dengan Model Pembelajaran Learning Cycle 5E-TPS Pada Materi Pokok Reaksi Redoks Untuk Peserta Didik SMA/MA Kelas X. Skripsi Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Endang Budiasih M.S (II) Oktavia Sulistina S.Pd. M.Pd. Kata Kunci perangkat pembelajaran learning cycle 5E-TPS (LC 5E-TPS) reaksi redoks. Kurikulum 2013 menuntut proses pembelajaran yang diselenggarakan berlangsung secara interaktif inspiratif menyenangkan menantang dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Namun faktanya dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar guru masih dominan dengan metode ceramah walaupun juga disertai diskusi dan tanya jawab. Pembelajaran yang demikian cenderung hanya beberapa saja peserta didik yang berpartisipasi cenderung pasif diam dan kurang termotivasi. Kondisi tersebut bertentangan dengan tuntutan Kurikulum 2013 sehingga perlu diperbaiki. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menyediakan perangkat pembelajaran dengan model pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013. Model pembelajaran yang sesuai diantaranya adalah learning cycle 5E (LC5E) danThink-Pair-Share(TPS) yang keduanya dapat dipadukan menjadi learning cycle 5E-TPS (LC 5E-TPS) diharapkan dapat memenuhi tuntutan Kurikulum 2013. Di samping itu sebagian besar peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami materi reaksi redoks karena sebagian besar konsepnya bersifat abstrak. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah mengembangkan perangkat pembelajaran pada materi reaksi redoks yang terdiri dari silabus RPP LKPD instrumen penilaian dan handout yang memenuhi kelayakan isi bahasa dan tampilan. Pengembangan perangkat pembelajaran ini menggunakan langkah-langkah dalam model pengembangan 4-D menurut Thiagarajan Semmel Semmel (1974) yaitu 1) tahap define 2) tahap design 3) tahap develop 4) tahap disseminate. Penelitian dan pengembangan ini hanya dilakukan sampai tahap ketiga. Produk perangkat pembelajaran divalidasi oleh satu dosen Kimia dan dua guru Kimia. Uji keterbacaan dilakukan kepada 10 peserta didik. Instrumen pengumpul data yang digunakan berupa angket lembar komentar dan saran. Jenis data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif berupa skor penilaian hasil angket data kualitatifberupa komentar kritik dan saran. Teknik analisis menggunakan analisis deskriptif. Produk hasil pengembangan perangkat pembelajaran ini berupa silabus RPP LKPD instrumen penilaian meliputi sikap pengetahuan dan keterampilan dan handout dalam bentuk cetak. Hasil persentase rata-rata kelayakan validasi isi sebagai berikut silabus (96 79%) dengan kriteria sangat layak RPP dan instrumen penilaian (94 96%) dengan kriteria sangat layak LKPD(96 54%) dengan kriteria sangat layak handout(94 87%) dengan kriteria sangat layak. Hasil persentase rata-rata kelayakan uji keterbacaan sebagai berikut LKPD (97 14%) dengan kriteria sangat layak handout(96 78%) dengan kriteria sangat layak. Berdasarkan hasil validasi isi dan uji keterbacaan menunjukkan bahwa secara umum perangkat pembelajaran telah valid dan layak digunakan. Namun demikian perlu dilakukan langkah selanjutnya yaitu tahap disseminate.