Skripsi
Hubungan pengendalian emosi dan perilaku agresif siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang / Rosi Evangelista Dewi
Abstrak
ABSTRAK Dewi Rosi Evangelista. 2016. Hubungan Pengendalian Emosi dan Perilaku Agresif siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang. Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Widada M.Si (2) Drs.Hariadi Kusumo M.Pd. Kata Kunci pengendalian emosi perilaku agresif. Pengendalian emosi adalah kemampuan siswa dalam mengendalikan atau mengontrol emosi yang mereka miliki untuk dapat memecahkan suatu masalah yang dihadapi. Remaja saat ini rentang terhadap perilaku agresif karena masa remaja merupakan masa proses mencari jati diri mereka belum bisa mengendalikan luapan emosi sebagai reaksinya ditampakkan pada pengrusakan barang milik orang lain dengan unsur sengaja yang diekspresikan dengan kata-kata verbal dan perilaku non verbal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal yaitu pengendalian emosi perilaku agresif siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang dan untuk mengetahui hubungan antara pengendalian emosi dan perilaku agresif siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang Kota Malang. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini ada seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling. Subjek penelitian berjumlah 108 siswa. Instrumen penelitian menggunakan angket. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif uji normalitas uji linearitas dan uji korelasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa siswa yang memiliki pengendalian emosi berada pada kategori tinggi. Siswa melakukan perilaku agresif berada pada kategori rendah. Hasil uji statistic menunjukkan nilai p 0 483 593 0 05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan hubungan yang negatif antara pengendalian emosi dengan perilaku agresif. Saran yang diberikan kepada 1)sekolah tetap menjaga kondisi saat ini dan membuat kebijakan mengenai pengendalian emosi dan perilaku agresif seperti memberikan bimbingan 2)konselor adalah konselor lebih memahami siswa dan memberikan layanan informasi atau klasikal layanan bimbingan kelompok dan teknik bermain peran sosiodrama dan modeling yang berkenaan dengan pengendalian emosi 3) bagi guru mata pelajaran mempertahankan perilaku dan kondisi yang sudah ada 4)bagi peneliti selanjutnya agar dapat menguji lagi dan juga mengembangkan populasinya.