Skripsi
Penerapan model pembelajaran role playing untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada standar kompetensi melaksanakan pelayanan prima di kelas X Pemasaran SMK Islam Batu / Fajriah Nur Karim
Abstrak
ABSTRAK Karim Fajriah Nur. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Role Playing Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Pada Standar Kompetensi Melaksanakan Pelayanan Prima Di SMK Islam Batu. Skripsi Pendidikan Tata Niaga Universitas Negeri Malang. Pembimbing I Drs. Mohammad Hari M.Si Pembimbing II Handri Dian Wahyudi S.Pd. S.E. M.Sc. Kata Kunci Role Playing Motivasi Belajar Hasil Belajar Role Playing merupakan model pembelajaran yang menuntut siswa agar dapat memainkan peran-peran tertentu yang terkait dengan materi pembelajaran kemudian dijadikan bahan untuk peserta memberikan penilaian. Model ini membantu masing-masing siswa untuk menemukan makna pribadi dalam dunia sosial mereka dan membantu memecahkan dilema pribadi dengan bantuan kelompok. Model inilebihtepatditerapkandalampembelajaran yang membutuhkanprakteklangsungdanataumemerankansuatutokoh yang adadalamsuatupembelajaran.Penelitianinibertujuanuntukmengujipenggunaan model Role Playing dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran melaksanakan pelayanan prima siswa kelas X Pemasaran 2. Metode yang digunakandalam penelitian ini adalahtermasukdalam penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakanselama dua siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi wawancara tes kuesioner. Pendekatan kualitatif artinya peneliti mendeskripsikan segala sesuatu apa adanya yang terjadiselamapembelajaranberlangsungdenganpenerapan model pembelajaranRole Playing tidak ada manipulasi data serta tidak ada perlakuan khusus terhadap subjekdalam penelitianini. Subjekdalam penelitian ini adalah siswa kelas X Pemasaran 2 SMK Islam Batu dengan jumlah 28 siswa. Hasil temuandalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan motivasi belajar di setiapsiklusnya yaitu pada siklus I ke siklus IIterdapatpeningkatan sebesar 11 54%. Sedangkanuntuk hasil belajarsecarakeseluruhan juga mengalami peningkatan yang cukupsignifikan.Padapenelitianiniranah kognitif dari siklus I ke siklus IImengalamipeningkatan yang cukupbagusyaitusebesar86%. Rata-ratahasilbelajardalam ranah afektifpada siklus I masukdalam kategori baik dan meningkat di siklus II menjadi kategori sangat baik. Begitu pula dengan ranah psikomotor yang memperoleh rata-rata dengan kategori baik di siklus I dan meningkat di siklus II menjadi kategori sangat baik.Hasilpenelitianinisecarakeseluruhanmotivasisiswadanhasilbelajarsiswamenunjukkanterjadipeningkatanmotivasidanhasilbelajarsiswadarisiklus I kesiklus II secarasignifikan yang artinyabahwa model pembelajaranRole Playinginidapatmeningkatkanmotivasidanhasilbelajarsiswa. Saran yang diberikan peneliti dari penelitian yang telah dilakukan ini bagi guru adalah menjadikan model pembelajaran Role Playing pada kompetensi dasar dan materi-materi lain yang memiliki karakter sama-sama membutuhkan praktik dengan materi yang diterapkan oleh peneliti sebagai alternatif pilihan dalam praktik pembelajaran. Bagi siswa hendaknya melakukan persiapan sebelum pelaksanaan pembelajaran. Bagi peneliti selanjutnya agar lebih kreatif dan inovatif pada standart kompetensi yang sama atau yangrelevan lainnya dalam penerapan model pembelajaran Role Playing.